SATUKANAL.COM
Ketua PCNU Kabuaten Kediri Tegaskan Tak Punya Cita-Cita Maju Pilkada 2020
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kediri Gus Ma'mun. (Foto: Isna)
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Ketua PCNU Kabuaten Kediri Tegaskan Tak Punya Cita-Cita Maju Pilkada 2020, Kecuali…

SATUKANAL, KEDIRI – Sebagai kabupaten yang cukup luas, Kediri menyimpan potensi yang luar biasa.

Mulai sektor pertanian, pariwisata, sumber daya manusia, hingga sumber daya alam yang melimpah.

Maka, butuh sosok pemimpin yang memiliki kapasitas untuk mengembangkan potensi besar tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kediri Muhammad Ma’mun saat ditanya sosok yang pantas memimpin Kediri.

Sebab, jelang pemilihan bupati September mendatang, sejumlah nama mulai berseliweran dalam konstelasi politik Pilkada 2020.

“Kalau dalam sepak bola, bupati yang dibutuhkan istilahnya harus bisa menjadi playmaker,” tutur kyai yang biasa disapa Gus Ma’mun ini.

Dari sejumlah nama yang saat ini mulai bermunculan, Gus Ma’mun belum bisa menilai yang terunggul.

“Semua baik, saya nilai semua baik, tinggal mana yang cocok dengan keadaan Kediri saat ini,” imbuhnya kepada Satukanal.com, Rabu (29/1/2020).

Soal karakteristik, pria asli Kediri ini menyatakan sosok bupati haruslah sosok yang bisa memaksimalkan potensi Kabupaten Kediri, mengangkat kesejahteraan warga, dan membuat warga Kediri menjadi raja di daerahnya.

Baca Juga :  Empat Warga Kediri ODP Kluster Pabrik Rokok Dijemput Tim Gugus Tugas Covid-19

“Dan bisa mengalahkan kota-kota di sekeliling Kediri,” ujarnya sambil tertawa.

Saat ditanya soal sosok pemimpin perempuan, Gus Ma’mun mengatakan pemimpin perempuan tak jadi masalah.

Gus Ma’mun menegaskan, baik saja tak cukup untuk menjadi pemimpin.

“Harus baik dan mampu. Seorang pemimpin harus punya jiwa kepemimpinan,” tegasnya.

Perempuan sekalipun, saat memiliki karakteristik pemimpin, tak menutup kemungkinan akan mampu memajukan Kabupaten Kediri.

“Selain orang NU, saya juga orang asli Kediri, tentu saya ingin Kediri lebih maju,” ungkapnya.

Disinggung dukungan yang mengalir untuk dirinya turut berkompetisi, Gus Ma’mun mengaku tak memiliki cita-cita.

Ketimbang menjadi orang nomor satu di Kabupaten Kediri, ia memilih menjalankan roda organisasi bentukan Hasyim Asy’ari ini.

“Kalau dukungan sudah banyak, dari akar rumput juga, apalagi massa NU di Kediri sangat banyak. Sejauh ini tidak ada mimpi ke sana, ya tidak tahu lagi kalau ‘kecelakaan’,” ujarnya berkelakar.

Baca Juga :  Tambah Lagi 16 Orang, Total Positif di Kabupaten Kediri Capai 96 Kasus

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu ormas terbesar di Kabupaten Kediri, Muhammadiyah, sudah menelurkan tiga nama yang disiapkan untuk ikut bertarung di Pilkada 2020.

Namun, sejauh ini, organisasi berbendera hijau ini belum memutuskan nama kader yang akan diusung dalam Pilkada 2020.

Di tempat terpisah, Ketua KADIN Kabupaten Kediri Yekti Murih Wiyati mulai tampak membangun kekuatan untuk maju di Pilkada 2020.

Ia mengatakan pemimpin perempuan berpotensi memajukan kesejahteraan dan pemberdayaan perempuan.

“Yang pasti harus bisa membedakan saat berada di ruang publik dan di ruang domestik. Saat di rumah, perempuan sebagai istri harus tetap menjadi konco wingking-suami,” ungkapnya.

Yekti masih menjadi satu-satunya kandidat calon bupati perempuan di Kabupaten Kediri.

Pengusaha kopi luwak ini bercita-cita memberdayakan perempuan Kabupaten Kediri.

Ia mulai membangun komunikasi dengan berbagai partai politik.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Editor : Heryanto

    Kanal Terkait