Ketua MK: Pemilu Serentak Terasa Begitu Mengurasi Energi | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG20191216104504-min
Ketua MK, Dr. Anwar Usman saat memberi sambutan pada acara seminar nasional di Universitas Widyagama Malang (Foto : Sherla Naya)
ISU PILIHAN STRAIGHT NEWS

Ketua MK: Pemilu Serentak Terasa Begitu Mengurasi Energi

SATUKANAL, MALANG – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengungkapkan bahwa gelaran Pemilu Serentak 2019 menguras perhatian, sumber daya dan energi. Termasuk bagi MK.

“Pemilu Serentak tahun 2019 terasa begitu menguras perhatian, sumber daya dan energi,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam seminar nasional di Universitas Widyagama (UWG) Malang, Senin (16/12/2019).

Dia menguraikan, ada pihak yang menyalahkan perubahan pelaksanaan pemilu. Dari yang semula terpisah antara pilihan legislatif dan pemilihan presiden, menjadi bersamaan. Ada pula yang menyatakan keserentakan pemilu merupakan bagian dari konsekuensi sistem presidensiil yang dianut oleh UUD 1945.

“Terlepas dari perbedaan pandangan tersebut, MK telah berikhtiar dengan sungguh-sungguh dalam menjalankan amanah konstitusi untuk memeriksa dan memutus perkara perselisihan hasil pemilu umum dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya,” ungkap Anwar.

Anwar Usman mengungkapkan bahwa bagi hakim di lembaga manapun, tidak mudah untuk dapat memuaskan semua pihak lewat putusan yang diambil. Menurutnya, MK telah berikhtiar dengan sungguh-sungguh selain melaksanakan amanah pasal 24 ayat 1 UUD 45 yang yang mengamanatkan kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka.

Terutama, lanjutnya, untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan. “Jadi bukan hanya sekedar menegakkan hukum tetapi yang paling penting adalah menegakkan keadilan,” imbuhnya.

Anwar melihat, antusiasme masyarakat terhadap pemilu terutama untuk pilpres begitu tinggi. Akibatnya, seluruh pemberitaan sekitar 10 bulan jelang pemilu, didominasi oleh pemberitaan politik. “Namun yang amat disayangkan adalah pemberitaan dan pemanfaatan media yang begitu masif tidak diiringi dengan kultur kita sebagai orang timur yang dikenal penuh kesantunan, ramah dan penuh tata krama,” bebernya.

Anwar menegaskan, MK memegang peranan penting dalam sistem pemerintahan di Indonesia. Berangkat dari situlah, MK banyak mengadakan sosialisasi terkait peran MK dalam menguatkan demokrasi konstitusional.

Seminar Nasional ini juga turut dihadiri oleh  sekretaris jenderal MK M. Guntur Hamzah, hakim MK periode 2003-2009 dan wakil ketua MK periode 2008-2009 yaitu Abdul Mukthie Fadjar. Serta dihadiri Akademisi HTN UB M. Ali Safa’at dan akademisi HTN UWG Malang Dr. Sirajuddin di gedung Widyagraha kampus 2 UWG.

Pewarta: Sherla Naya
Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait