Ketua DPRD Banyuwangi: Bangsa Indonesia Hanya Harus Menerapkan Setiap Butir Pancasila -
SATUKANAL.COM
Ketua DPRD Banyuwangi: Bangsa Indonesia Hanya Harus Menerapkan Setiap Butir Pancasila
Ketua DPRD Banyuwangi/ Foto: Abdul Konik/ Satukanal.com
BERITA Kanal Straight

Ketua DPRD Banyuwangi: Bangsa Indonesia Hanya Harus Menerapkan Setiap Butir Pancasila

Satukanal.com, Banyuwangi – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi, Made Cahaya Negara menyebut, Pancasila sebagai dasar bernegara sudah tidak perlu banyak diperdebatkan, saat ini setiap warga negara Indonesia hanya harus menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

“Proses pergulatan ide mengenai dasar negara sudah usai, tinggal kita sebagai anak bangsa harus mulai menerapkan Pancasila dalam tindakan dikegiatan sehari hari,” jelas Made, Selasa, 1 Juni 2021.

Politisi dari Fraksi PDIP tersebut berharap, dengan adanya peringatan hari lahir Pancasila yang jatuh pada hari ini, seluruh warga negara bisa lebih memahami isi yang terkandung di dalamnya.

“Semoga kedepan anak anak bangsa bisa menerapkannya dan menjaga keutuhan NKRI, sesuai dengan tema tahun ini semoga masyarakat bisa berjuang untuk Indonesia tangguh dalam menghadapi serangan Covid-19, dan wabah tersebut segera usai,” katanya.

Baca Juga :  Wabup Malang Apresiasi Implementasi Kebhinekaan Desa Balesari

Untuk diketahui, tanggal 1 Juni di peringati sebagai hari lahir Pancasila dengan tujuan supaya setiap warga negara Indonesia lebih memahami sejarah lahirnya Pancasila, dimana didalam setiap butirnya merupakan sebuah sendi atau dasar negara yang mengandung pedoman penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Pentingnya memperingati Hari Lahir Pancasila tidak hanya bernilai sejarah, namun lebih untuk makna yang terkandung harus dihayati setiap saat oleh warga Indonesia,

Berikut sejarah singkat Hari Lahir Pancasila, dimulai dari kekalahan pada Perang Asia Timur raya, secara garis besar, Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) dibentuk untuk menyelidiki hal-hal yang penting sekaligus menyusun rencana mengenai persiapan kemerdekaan Indonesia.

Berawal dari sidang tanggal 29 Mei 1945 yang di adakan di Gedung Chuo Sangi in yang sekarang menjadi gedung Pancasila. Di tempat tersebut para anggota BPUPKI membahas mengenai tema dasar negara.

Baca Juga :  Pemerintah Putuskan PPKM Darurat Diperpanjang

Sidang berjalan hampir 5 hari, pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai “Pancasila”. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.

Pembentukan Panitia Sembilan untuk menemukan jalan tengah dalam perumusan dasar negara. Panitia ini terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, Achmad Soebardjo, M. Yamin, Wahid Hasjim, Abdoel Kahar Moezakir, Abikusno Tjokrosoejoso, Haji Agus Salim, dan A.A. Maramis.

Selanjutnya Pada tanggal 22 Juni 1945 lahirlah rumusan dasar negara RI yang dikenal sebagai Piagam Jakarta atau Jakarta Charter, terdiri dari;

  1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Penulis: Abdul Konik
Editor: Ubaidhillah

Kanal Terkait