Ketika Bendungan Alam di Kaki Gunung Arjuno Jebol - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Foto udara perkebunan semusim yang longsor (foto: BNPB)
BERITA Kanal Highlight Kanal Lipsus

Ketika Bendungan Alam di Kaki Gunung Arjuno Jebol

Hujan berintensitas tinggi akibat dari La Nina membuat kawasan hulu longsor di sejumlah titik,  sehingga terjadi bendungan alam pada aliran sungai. Banjir bandang terjadi ketika bendungan alam ini akhirnya jebol.

Satukanal.com, BatuLutfia Indah

GUNUNG Arjuno merupakan gunung berapi kerucut (istirahat) di Jawa Timur dengan ketinggian 3.339 m dpl. Tertinggi ke-2 di Jawa Timur setelah gunung Semeru. Gunung Arjuno secara administratif terletak di perbatasan Kota Batu, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Pasuruan

Banjir bandang yang menimpa Kota Batu hingga Kota Malang pada Kamis (4/11/2021) disebabkan permasalahan di kawasan kaki Gunung Arjuno. Dengan intensitas curah hujan cukup tinggi, kawasan ini berpotensi longsor yang berpotensi menciptakan bendungan alam. Ketika curah hujan ekstrem, bendungan alam yang penuh dengan air jebol, membawa material lumpur dan kayu.

Melalui foto udara, BNPB bersama Pemkot Batu telah melakukan penelusuran dari hulu ke hilir untuk mencari penyebab banjir bandang di Batu.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menunjukkan kondisi hulu aliran air, sebagai titik awal banjir bandang. Area tersebut merupakan kali mati dan terdapat sekitar tujuh punggungan (bagian dari perbukitan atau pegunungan) dengan enam di antaranya adalah alur lembah sungai.

foto udara beberapa titik longsor di lembah sungai. (foto: BNPB)“Ini (tanda panah) adalah kondisi dari hulu aliran air yang sebenarnya pada saat musim hujan biasa tidak berair,” ungkap Abdul Muhari selaku Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam konferensi pers online yang digelar Sabtu (6/11/2021).

Pada bagian bawah lembah sungai tersebut terdapat aliran air dengan sisi-sisi tebing yang sangat terjal. Area sisi yang terjal ini tidak ada vegetasi berakar kuat yang dapat mengikat tanah dan menyimpan air dengan sangat kuat. Hujan berintensitas tinggi akibat dari La Nina membuat kawasan tersebut terkena longsor-longsor kecil yang menyebabkan terjadinya bendungan alam pada aliran sungai.

Baca Juga :  Kunjungi Lokasi Terdampak Banjir Bandang Kota Batu, Gubernur Khofifah Imbau Masyarakat Tetap Waspada

“Gambar di sebelah kiri, kotak kuning pertama adalah (daerah) longsorannya. Bisa dilihat aliran sungai di bawahnya (kotak kuning kanan) tidak terlalu lebar, mungkin hanya 2-3 meter. Jika longsor-longsor di sisi tebing tidak hanya ada di satu spot melainkan di beberapa titik, maka material longsor akan menutup badan air,” lanjut Abdul Muhari.

Berdasarkan apa yang telah dijelaskan oleh Abdul Muhari, maka ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, material yang membendung pada aliran sungai tidak terlalu kuat untuk menahannya sehingga dapat jebol dan membawa material hasil longsor tersebut. Itulah yang menjadi alasan mengapa banjir bandang yang terjadi juga membawa pasir-pasir hingga material seperti pohon yang tumbang.

Singkatnya, kronologi banjir yang menimpa Kota Batu hingga Kota Malang dapat disimpulkan seperti ini:

Intensitas hujan tinggi – debit air di hulu menjadi lebih besar – longsor – terjadi bendung alam – bendung alam hancur – material yang membendung terbawa oleh banjir ke Kota Batu.

Perihal longsor, ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut lagi ditemukan cukup banyak perkebunan semusim yang dibuka oleh masyarakat setempat. Perkebunan semusim itu dibuka pada tebing-tebing sungai, dan apabila turun hujan dengan intensitas yang cukup tinggi sangat mungkin untuk terjadi longsor. Tanaman pada kebun semusim salah satunya adalah sayuran, tanaman dengan akar yang tidak cukup kuat mengikat tanah apabila terjadi hujan intensitas tinggi bisa membuat tanah turun ke bawah.

Baca Juga :  150 Hektar Lahan Beralih Fungsi, Hambat Resapan Air di Bagian Hulu

“Kontribusinya ketika ada debit air dari hulu yang sangat besar, maka lelehan atau longsoran di lokasi tengah dan hilir ini akan menambah kontribusi sedimen sehingga begitu sampai di pemukiman lumpurnya berkali-kali lipat,” tutur Abdul Muhari. (*)

Editor : Danu Sukendro

Berita Lipsus Terkait:

Menelisik Sebab Musabab Air Bah yang Menerjang Kota Batu

Banjir bandang yang menerjang Kota Batu Kamis (4/11/2021) sore terhitung paling dahsyat di kota wisata tersebut. Berbagai pihak berupaya menelusuri apa penyebab banjir bandang untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.

Selengkapnya

Salam Pembuka La Nina yang Menyapa Batu

Bermula dari hujan ekstrem mencapai 80,3 milimeter selama dua jam. Banjir Bandang Batu yang merenggut tujuh nyawa dan merusak puluhan rumah bagian awal dari La Nina. BMKG memprediksi puncak La Nina pada Januari – Februari 2022.

Selengkapnya

Ketika Bendungan Alam di Kaki Gunung Arjuno Jebol

Hujan berintensitas tinggi akibat dari La Nina membuat kawasan hulu longsor di sejumlah titik yang menyebabkan terjadinya bendungan alam pada aliran sungai.

Selengkapnya

 

150 Hektar Lahan Beralih Fungsi, Hambat Resapan Air di Bagian Hulu 

Banjir bandang Batu merupakan dampak dari alih fungsi lahan pada kawasan resapan air. Data WALHI menyebutkan, sekitar 150 hektar kawasan hutan pada hulu sungai dialihfungsikan menjadi ladang dan lahan pertanian.

Selengkapnya

Strategi Pemkot Batu Mengantisipasi Banjir Bandang Susulan

Jangka pendek, Pemkot Batu akan melakukan susur sungai untuk memantau bendung alam dan pembersihan pohon tumbang. Berikutnya, mengupayakan untuk menjaga resapan air di hulu.

Selengkapnya

 

 

Kanal Terkait