Ketersediaan Oksigen dan Masker di Kota Malang Menipis - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Sutiaji Pilih Usaikan Masa Penyekatan
Walikota Malang, Sutiaji (Foto: Chosa Setya/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Ketersediaan Oksigen dan Masker di Kota Malang Menipis

Satukanal.com, Malang – Belum reda soal Bed Occupancy Ratio (BOR) RS Rujukan yang penuh, kini ketersediaan oksigen dan masker di Kota Malang kian menipis.

Dari hasil peninjauan Walikota Malang Sutiaji bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) pada beberapa distributor gas oksigen serta apotek di Kota Malang ketersedian tabung oksigen obat hingga suplemen mulai terbatas.

“Sampai saat ini memang masih tersedia, untuk oksigen persoalannya hanyalah tabung gasnya dan itu saya kira nasional. Berkaitan dengan oksimeter juga sudah ada kelangkaan. Jadi penyedia satu sudah tidak ada dan satunya ada tapi sudah terbatas,” terang Sutiaji

Baca Juga :  Dari Tidak Sengaja, Temukan Alternatif Langkanya Oksigen

Selain oksigen, kelangkaan juga mulai terjadi pada masker dan obat-obatan. Terutama obat yang memang diperuntukkan dalam penanganan Covid-19.

Sementara terkait kebutuhan oksigen pada Rumah Sakit (RS) rujukan, Sutiaji menyebut kebutuhan masing-masing RS rujukan memiliki kebutuhan yang variatif. Sebagai contoh, RS Lavalette kebutuhan per hari akan oksigen mencapai 6 ribu liter perharinya.

“Contoh lagi,  tadi di RSSA lebih tinggi karena jumlah pasiennya. Pasiennya kalau masih sedang dan ringan tidak banyak. Kalau butuh oksigen pun kecepatannya satu dua liter per menit. Tapi kalau sudah parah diatas 15liter per menit kebutuhannya oksigennya juga lebih tinggi,” paparnya

Baca Juga :  Dari Tidak Sengaja, Temukan Alternatif Langkanya Oksigen

Sebagai informasi saat ini kondisi Unit Gawat Darurat (UGD) dari beberapa RS Rujukan di Kota Malang telah penuh. Untuk RS Rujukan utama yakni RSSA Saiful Anwar saat ini daftar tunggu telah sampai di nomor 40.

Hal ini lah yang membuat orang nomor satu di Kota Malang itu menghimbu untuk masyarakat meningkatkan kewaspadaannya. Dia menegaskan saat ini bumi arema dalam kondisi darurat covid-19.

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor: Ubaidhillah 

Kanal Terkait