Kesulitan Tetapkan Tersangka Dua Penebang Kayu di Pinggir Jalan, Hanya Wajib Lapor - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Kesulitan Tetapkan Tersangka Dua Penebang Kayu di Pinggir Jalan, Hanya Wajib Lapor

Meski sempat berurusan dengan polisi, dua pelaku kasus pencurian kayu akhirnya dibebaskan. Mereka adalah Komari (45) dan Miseman (36), warga Dusun Ringinsari Desa Sidodadi Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe).

Dari pendalaman satuchannel.com, keduanya kini hanya menjalani wajib lapor. Yakni setiap hari Senin dan Kamis. “Mereka (Komari dan Miseman) sudah kami pulangkan. Keduanya hanya diwajibkan lapor saja,” kata KBO Satreskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo.

Belakangan diketahui, keputusan wajib lapor ini diambil polisi setelah penyidik melakukan gelar perkara pada Rabu (20/2/2019) lalu. Hasilnya, beberapa bukti normatif yang dihimpun petugas, menunjukkan jika kedua terduga pelaku belum dapat ditetapkan sebagai tersangka.

Salah satu pertimbangannya adalah tidak adanya pihak pelapor. Bahkan Dinas PU (Pekerjaan Umum) Bina Marga Kabupaten Malang, yang disebut sebagai pemilik kayu yang diduga ditebang oleh keduanya, tidak memiliki keabsahan mutlak sebagai pemilik. Dari penelusuran korps berseragam coklat ini, menunjukkan jika keberadaan pohon yang dicuri pelaku tidak terdata di Dinas PU Bina Marga. “Sementara ini belum ada kepastian pihak yang dirugikan. Meski demikian, kasus ini akan terus kami dalami. Termasuk mencari siapa korban atau pemilik kayu yang ditebang pelaku,” tegas Rudi, Kamis (21/2/2019).

Seperti yang sudah diberitakan, kedua pelaku yang terhitung masih bertetangga ini, dikabarkan telah menebang kayu di pinggir jalan yang ada di kawasan jalan raya Dusun Tunjungsari, Desa/Kecamatan Bantur, Selasa (19/2/2019).

Keduanya melancarkan aksi pencurian kayu saat dini hari. Alasannya agar tidak mengganggu lalu lintas. Bahkan saat dimintai keterangkan oleh warga yang saat itu merasa curiga, pelaku berdalih jika sudah mengantongi izin dari pejabat Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.

Kecurigaan ini kemudian dilaporkan oleh perangkat desa setempat ke Polsek Bantur. Polisi yang mendapat laporan seketika dikerahkan ke lokasi kejadian. Ketika itu, petugas menyita beberapa barang bukti. Di antaranya pohon jenis sonokeling yang ditebang menggunakan dua gergaji mesin menjadi beberapa bagian, serta satu unit mobil pikup nopol N-8248-DG yang digunakan untuk mengangkut kayu hasil curian

Kanal Terkait