Kesan Terakhir 4 Korban Asal Kediri, di Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kesan Terakhir 4 Korban Asal Kediri, di Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Kesan Terakhir 4 Korban Asal Kediri, di Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air

SATUKANAL.com, KEDIRI – Keluarga korban berharap ada keajaiban untuk keselamatan kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 hilang kontak pada rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/01).

Terdata, sejumlah empat korban kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air berasal dari, Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Korban merupakan ibu (Rahmania Eka Nanda) dengan dua anak perempuan (Fazzila Ammara dan Fathima Ashalina), beserta satu orang pengasuh (Dinda Amelia).

“Mudah-mudahan ada keajaiban dari Allah SWT. Mudah-mudahan, saya bisa ketemu dengan anak cucu saya,” kata Nanik Mardiansyah, selaku orang tua dan nenek korban, Minggu (10/01/2021).

Baca Juga :  Jabatan Guru Terancam Kosong di Kabupaten Kediri

Dia menceritakan pertemuan terakhir saat menjenguk di Jakarta lima hari yang lalu. Sempat berkabar satu hari sebelum pemberangkatan pesawat dengan foto tes swab. Keesokan harinya, korban mengirim foto bersama dua anak telah siap melakukan penerbangan di Bandara Cengkareng.

Perbincangan terkahir Sabtu (9/01) pukul 12.45 siang. Nanik berpesan untuk berhati-hati sebelum pemberangkatan, selang pukul 15.00 korban sudah tidak bisa dihubungi. Lebih lanjut suami korban, yang sedang menunggu kedatangan di Pontianak memberi kabar tangis, pesawat telah hilang kontak.

“Jam 3 ditelefon lagi tidak bisa. Jam 4 saya telefon suaminya, posisi di bandara karena sudah mau jemput anak istrinya. Tapi suaminya menelpon sambil nangis-nangis. Mengabari pesawat hilang kontak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pencarian Hari Keempat Pesawat Sriwijaya Air, Evakuasi Kantong Jenazah Hingga Black Box Berhasil Ditemukan

Terkait hal ini, menurut Nanik tidak ada firasat ataupun hal yang mencolok pada korban. Hanya saja keinginan kuat untuk bertemu di Jakarta meski sedang sakit. Selama lima hari di Jakarta, korban lebih mengungkapkan senyuman dan perhatian yang lebih.

“Terakhir kelihatan ingin menyenangkan saya. Banyak tersenyum. Harapan keluarga, masih berharap mudah-mudahan ada keajaiban dari Allah SWT,” tutupnya.

 

 

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait