Keren! Smart CCTV Covid-19 ala Mahasiswa UB Bisa Deteksi Pelanggar Protokol Kesehatan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
IMG-20210712-WA0010-768x433-35572754
BERITA Kanal Feature

Keren! Smart CCTV Covid-19 ala Mahasiswa UB Bisa Deteksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Satukanal.com, Malang – Kreativitas lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB) Malang ini patut diacungi jempol. Mereka mengkreasi Smart CCTV Covid-19 yang dapat mendeteksi pelanggar protokol kesehatan. Kreativitas yang tak hanya menawarkan solusi untuk menekan tingginya penderita Covid-19, namun juga  menuai prestasi internasional.

Kelima mahasiswa super keren antara lain Alfian Fitrayansyah (FT’19), Affan Affandi (FT’18), Akmal Adnan Attamami (FMIPA’18), Muchammad Nasyruddin Hakim (FT’18), serta Muhammad Lutfi Ardiansyah (FPIK’18) dengan dibawah bimbingan Raden Arief Setyawan, ST., MT.

Karya mereka: “Smart Mapping System for The Potential Spread of COVID-19 via CCTV on The Road Based on Computer Vision and Artificial Intelligence, Integrateed with Vehicle Number Data”  yang bisa dikenal dengan Smart CCTV Pendeteksi Covid-19.

Menurut Muchammad Nasyruddin Hakim, salah satu anggota tim, pembuatan CCTV tersebut berawal dari keresahan tim melihat banyaknya kasus COVID-19 yang semakin meningkat. Di satu sisi, kepedulian masyarakat terhadap pelaksanaan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan kedisiplinan dalam penggunaan masker masih kurang.

Nasyruddin Hakim menjelaskan, teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dipadukan teknologi CCTV dapat menangkap wajah dan plat nomor pengemudi sepeda motor yang melanggar protokol kesehatan. Sehingga,  dapat membantu  penanganan kasus penyebaran COVID-19.

Hasil foto plat nomor pelanggar, lanjut Nasyruddin, digunakan untuk melacak identitas pelanggar melalui data kepemilikan plat nomor. Setelah didapat identitas pelanggar, lalu data disinkronkan dengan data SIM untuk dicek alamat dari pengendara tersebut. Proses selanjutnya dilakukan pemetaan alamat pada identitas yang didapat sebagai daerah yang berpotensi COVID-19 karena salah satu masyarakatnya tidak mematuhi protokol kesehatan saat di jalan.

“Setelah dipetakan daerah yang berpotensi COVID-19, maka pemerintah dapat melakukan tindakan preventif di daerah tersebut. Seperti melakukan sosialisasi, bahkan memberi sanksi terhadap pelanggarnya,” jelasnya.

Solusi ini dapat membantu pemerintah dalam menentukan kebijakan tanpa menunggu data tingginya daerah yang terkena kasus Covid-19.  Muchammad Nasyruddin menambahkan, pemetaan persebaran daerah berpotensi terkena Covid-19 bermanfaat bagi pemerintah dalam upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Setelah melalui berbagai seleksi berkas dan presentasi di hadapan juri, Smart Covid-19 berhasil mendapatkan Gold Medal Awards pada ajang ‘International Invention Competition For Young Moslem Scientists (IICYMS) 2021’ yang diikuti  157 tim dari 15 Negara. Selain itu mereka juga mendapat Special Awards dari Malaysia Innovation, Invention and Creativity Association (MIICA).

“Saya berharap dengan adanya inovasi ini, diharapkan dapat berdampak meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan dapat mencegah secara dini penyebaran COVID-19,” imbuh  Nasyruddin.

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait