Kepala Pokdarwis Jatim, Bagikan Tips Bangun Desa Wisata | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kepala Pokdarwis Jatim
BERITA STRAIGHT NEWS

Kepala Pokdarwis Jatim, Bagikan Tips Bangun Desa Wisata

SATUKANAL.com, KEDIRI – Purnomo Anshori, Kepala Pokdarwis Jatim memberikan bebrapa tips untuk mengembangkan desa wisata kepada Satukanal.com, seusai acara pelatihan Homestay di Wisata Kebon Bibit, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Selasa (27/10/2020).

“Untuk membangun desa wisata lebih baik Bottom Up (dari bawah ke atas), yaitu bergerak dari masyarakat dahulu baru dilanjutkan dengan dukungan pemerintah sebagai fasilitator dan pelindung,” kata Purnomo, (27/10/2020).

Hal tersebut dikhawatirkan, apabila dibangun berawal dari anggaran dana pemerintah namun masyarakat tidak siap. Bisa jadi tanpa anggaran dana wisata desa tersebut tidak berjalan.

“Jadi bukan top down, kalau Top Down masalahnya kalau masyarakat ngga siap. Akibatnya apabila tidak ada dana, enggak berjalan,” kata Purnomo kepada Satukanal.com, Selasa (27/10/2020).

Ia juga menceritakan, perjalanan kesuksesan desa wisata yang telah dibangun mendapatkan prestasi Nasional dengan dana swadaya kelompok masyarakat.

“Alhamdulillah, desa kami untuk Gubug Klakah tahun 2014 juara desa wisata nasional. Kemudian, di tahun yang sama kami mendapatkan penghargaan juara Satu Pokdarwis Nasional,” ucapnya.

Dikatakan saat itu hanya ada satu lokasi wisata, yakni Air Terjun Pelangi. Dengan sumber dana yang diambil dari iuran kelompok masyarakat terkumpul sebesar 400.000 rupiah.

Kepala Pokdarwis Jatim

Saat itu, Purnomo berinisiatif untuk mengembangkan desa wisata dengan cara memberi paket wisata. Memasangkan wisata Air Terjun Pelangi dengan Gunung Bromo. Selanjutnya ditambah dengan Agro Apel yang sekarang menjadi Icon Kabupaten Malang. Hingga  sampai sat ini sudah banyak pilihan di Gubug Klakah. Ia berprinsip, setiap tahun harus ada lokasi wisata baru yang harus berdiri.

Baca Juga :  Waspada, Intensitas 1 Jam Berpotensi Bencana : BPBD Kabupaten Kediri

“Sekarang sudah banyak, mulai tahun 2010 hanya ada satu Air Terjun Pelangi. Kemudian 2012 sudah ada Rafting. 2013 ada Air Terjun Coban Trisula. Selanjutnya 2014 sudah ada Tubing. 2015 ada GSS, dan 2017 ada coban bidadari, serta tahun 2018 rest area dikembangkan di Gubug Klakah. Selanjutnya atraksi kesenian yang sudah mati kita bangunkan kembali,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, ditahun 2020 ini juga ada sejenis cafe yang dikelola oleh karangtaruna jadi ada Lawangsari. Dalam hal ini dirinya tidak membangun, tapi berusaha mendorong mereka agar berkreasi untuk melengkapi pariwisata desa.

Ia juga menjelaskan aspek terpenting dalam pembangunan desa wisata ialah masyarakatnya. Desa wisata yang terbentuk harus memenuhi konsep konsep sivity komuniti bus tourism pariwisata yang dikelola oleh masyarakat. Mulai dari awal perencanaan, eksekusi, sampai mendapatkan hasil yakni masyarakat. “Jadi konsep desa wisata ialah dari, oleh, dan untuk masyarakat,” terang Purnomo.

Menurutnya, perubahan menjadi desa wisata tersebut memberi dampak yang sangat signifikan bagi perkonomian masyarakat. Dampak yang ditimbukkan saat itu, ialah peningkatan partisipasi penyewaan rumah atau Homestay bagi wiaatawan.

Baca Juga :  Paduan Wisata Alam dan Durian Montong di Desa Blimbing Mojo Kabupaten Kediri

Berawal hanya lima rumah yang dijadikan Homestay, hingga saat ini sudah ada 81 rumah yang telah terdaftar di Gubug Klakah. “Awal berdiri hanya ada lima rumah yang dijadikan homestay. Itupun secara paksa, karena mereka belum  tau homestay. Khawatir dibuat hal negatif dan sebagainya,” ucapnya.

Ia berpesan, agar para pengelola wisata jangan pernah meninggalkan profesinya semula. Karena seperti pandemi ini, apabila ada permasalahan di sektor pariwisata tidak mengalami ketergantungan. “Pekerjaan utama ialah petani, pengelola wisata sebagai sampingan . Meskipun hasilnya lebih besar dari bertani. Itu adalah bonusnya,” tegas Purnomo.

Selanjutnya, Purnomo memberikan pesan kepada khalayak umum apabila ingin membangun desa wisata, di desanya masing-masing. Bahwa untuk membangun desa wisata kita harus cinta dan bangga dulu sebagai orang desa. Karena wisata desa begitu menjanjikan, dan mulai membangun desa itu agar tidak ketinggalan dari desa yang lain.

“Yang terpenting untuk membangun wisata desa, mulai dari diri sendiri dahulu sebelum mengajak orang lain. Jangan pernah meminta atau mengajak orang lain. Sebelum kita melakukan,” tutup Purnomo.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait