Kepala Diskominfo Kabupaten Kediri Tersangka, Potensi Kerugian Negara Rp1,7 Miliar - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kejari Kabupaten Kediri telah menetapkan dua tersangka dalam kasus kegiatan fiktif di Diskominfo Kabupaten Kediri. (foto: Anis Firmansyah)
BERITA Kanal Straight

Kepala Diskominfo Kabupaten Kediri Tersangka, Potensi Kerugian Negara Rp1,7 Miliar

Satukanal.com, Kediri – Kasus dugaan kegiatan fiktif di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Kediri terus berkembang. Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri menetapkan KS, Kepala Diskominfo sebagai tersangka, Senin (30/8/2020). Sebelumnya, Kejari telah menetapkan S, pensiunan ASN di Diskominfo Kabupaten Kediri sebagai tersangka. Dari hasil pengembangan, kasus korupsi ini berpotensi merugikan negara lebih dari Rp1,7 miliar.

“Dari proses penyelidikan, berdasarkan keterangan saksi surat dan petunjuk sesuai ketentuan. Kemudian kami menetapkan satu tersangka lagi, dengan insial KS, selaku pengguna anggaran pada tahun 2019,” kata Dedy Priyo Handoyo, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri kepada awak media, Senin (30/8/2021).

Baca Juga :  Kualitas Kentang Bagus, Bupati Blitar Apresiasi Hasil Panen Para Petani

Menurut Dedy, penetapan tersangka sesuai dengan penyelidikan. Saat ini, proses hukum tersangka KS masih tahap pemberkasan. Setelah itu, akan limpahkan ke pengadilan. Sementara itu, S yang pertama kali ditetapkan sebagai tersangka telah selesai pemberkasan tinggal menunggu penyerahan di Pengadilan Tipikor.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri telah mendalami kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkup Diskominfo Kabupaten Kediri. Dari hasil pemeriksaan diduga ada korupsi kegiatan fiktif bentuk paket penyebaran informasi isu strategis di Kabupaten Kediri.

Baca Juga :  Kawasan Makam Gus Dur Bisa Buka, Tunggu Kebijakan Satgas Covid Jombang

Dalam kasus tersebut, awalnya potensi kerugian negara mencapai Rp853,4 juta. Namun, dalam pengembangan potensi kerugian negara justru membengkak dua kali lipat. “KS selaku pengguna anggaran bersama S melakukan kegiatan fiktif, menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1.724.090.236 miliar,” jelasnya.

Lebih lanjut Dedy menyebut saat ini keduanya belum ditahan, namun pihak berwajib telah membatasi keduanya. “Sambil menunggu proses penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik selesai. Kita mencegah yang bersangkutan meninggalkan Kabupaten Kediri,” pungkas Dedy.

Pewarta : Anis Firmansyah
Editor: Ubaidhillah

Kanal Terkait