Kepahlawanan Novilia, Peneliti Vaksin yang Gugur dalam Perang Melawan Covid-19 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Novilia Sjafri, Sosok di Balik Uji Klinis Sinovac inovac
BERITA Kanal Figur

Kepahlawanan Novilia, Peneliti Vaksin yang Gugur dalam Perang Melawan Covid-19

Kesuksesan program vaksinasi Covid-19 tak bisa lepas dari kerja sunyi yang dilakukan oleh para peneliti, salah satunya Novilia Safri Bachtiar. Namun, Novilia pergi selamanya setelah terpapar virus Covid-19.

Satukanal.com, Bandung – Kabar duka bagi Indonesia. Novilia Sjafri Bachtiar yang ditunjuk PT Bio Farma sebagai ketua Tim Uji Klinis Vaksin Sinovac ini meninggal dunia di RS Santosa Bandung lantaran terjangkit virus yang ditelitinya, pada Rabu (08/07/2021). Novilia dimakamkan dengan protokol Covid-19 di Cimahi, Jawa Barat.

Sosok Novilia Sjafri Bachtiar adalah pahlawan dalam pertempuran melawan Covid-19 yang gugur di medan perang. Aktivitasnya berjibaku dengan virus Covid-19, untuk mengevaluasi produk vaksin.

Wanita kelahiran Pekanbaru, Provinsi Riau tahun 1969 ini mengawali karirnya di Bio Farma sejak tahun 2001. Di tengah kesibukan pekerjaan, Novilia Sjafri seakan tak berhenti mengembangkan kemampuan dan pengetahuannya. Dilansir dari laman resmi Bio Farma, Novilia melanjutkan sekolah S2 dan S3 serta menjadi dosen luar biasa salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Baca Juga :  Cegah Penyalahgunaan Data Pribadi, Kominfo Minta Masyarakat Beri Watermark

Novilia merupakan pejuang dalam menumpas Covid-19 yang melanda berbagai belahan dunia. Dia beperan menyiapkan program vaksinasi. Sebagai ketua tim Uji Klinis Sinovac, Novilia memimpin tim dalam melakukan uji klinis untuk mengetahui kandungan vaksin tersebut aman atau tidak.

Sebelumnya, Novilia sebagai Kepala Divisi Surveilans dan Riset Klinis Bio Farma ini mengaku bahwa uji klinis tak serta merta dilakukan. Tugas seorang peneliti sangat berat. “Tak hanya melakukan uji klinis, pemantauan di lapangan juga perlu dilakukan. Mulai dari pengiriman produknya hingga efek samping dari vaksin terutama yang terkait dengan kejadian ikutan pasca imunisasi,” ujarnya, saat awal mula program vaksinasi di Jakarta.

Pernyataannya cukup menarik perhatian kala itu, bahwa pandemi membuat masyarakat semakin akrab dengan uji klinis. Uji klinis bukan menjadi sesuatu yang asing lagi di telinga. Ia menceritakan, pada tahun 2017 uji klinis di Bio Farma semakin giat dikembangkan dengan beberapa studi.

Baca Juga :  Kuota Gratis dari Kemendikbudristek Tak Bisa Akses 39 Situs dan Aplikasi Ini

Kala itu, ada enam fokus uji klinis vaksin yang tengah diproses pada bagia uji klinis antara lain bOPV, Td pada wanita hamil, vaksin tifoid, rotavirus, influenza quadrivalen dan MR. “Meski harus kerja keras, saya bersyukur Bio Farma semakin banyak meluncurkan beberapa terobosan baik pada produk vaksin maupun biosmilar yang diproyeksikan harganya akan lebih terjangkau masyakarat,” tuturnya melalui laman resmi Bio Farma.

Untuk itu, sebagai salah seorang yang punya peran dalam perintis uji klinis, dia bersama tim dipercayai melakukan serangkaian uji klinis pada vaksin Sinovac guna mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas lagi. Tak tanggung-tanggung, dia bersama timnya melakukan survei langsung ke pabrik tempat pembuatan vaksin tersebut.

Penulis : Adinda Ardwi

Editor : Danu Sukendro

 

Kanal Terkait