Kemenkes Ungkap Mayoritas Kasus Omicron di RI Telah Divaksin Dosis Lengkap - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
pasien omicron jatim
Ilustrasi virus Covid-19 varian omicron (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Kemenkes Ungkap Mayoritas Kasus Omicron di RI Telah Divaksin Dosis Lengkap

Satukanal.comNasional – 74 persen dari total 68 kasus Omicron di Indonesia dialami pasien yang telah menerima vaksin dosis lengkap dengan kondisi tanpa gejala dan ringan. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

Menurut Nadia, sebanyak 74 persen penderita Omicron sudah divaksin lengkap, 80 persen tanpa gejala atau bergejala ringan, dan 96 persen kasus adalah WNI. Hingga 29 Desember 2021, kata Nadia, ada penambahan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia sebanyak 21 kasus yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri, sehingga total kasus Omicron sebanyak 68 orang.

Dikethaui, pada 26 Desember 2021 lalu, 46 kasus Omicron terdeteksi di Indonesia. Sebanyak 15 orang di antaranya (32,6 persen) merupakan pelaku perjalanan dari Turki.

Sisanya adalah kasus konfirmasi Omicron yang berasal dari pelaku perjalan dari Inggris, UEA, Arab Saudi, Jepang, Malaysia, Malawi, Republik Kongo, Spanyol, Amerika, Kenya, Korea, Mesir, dan Nigeria.

Baca Juga :  Kru Penyalin Cahaya Terlibat Pelecehan Seksual, Namanya Dicoret

“Varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi, tapi dengan risiko sakit berat yang rendah. Walaupun begitu, masyarakat tetap harus waspada karena situasi dapat berubah dengan cepat,” ujar Siti Nadia melalui pernyataan tertulis, Jumat, 31 Desember 2021.

Ketua Pokja Pinere Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Pompini Agustina Sitompul menyatakan sejumlah pasien terinfeksi varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau varian Omicron di Indonesia mengalami hiperkoagulopati.

Hiperkoagulopati merujuk keterangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merupakan gangguan yang terjadi pada sistem koagulasi atau pembekuan darah yang dapat bermanifestasi sebagai bekuan darah atau trombus di vena, arteri atau menyeluruh secara sistemik.

Pompini mengatakan, pihaknya telah merawat sejumlah pasien baik yang terkonfirmasi Omicron maupun probable Omicron dari sejumlah pemeriksaan yang didapatkan melalui tes S Gene Target Failure (SGTF).

Baca Juga :  Update Gempa Banten: 1100 Rumah di Banten Rusak Akibat Gempa Magnitudo 6,6

Di Indonesia sendiri, mayoritas pasien memang terkonfirmasi positif Omicron tanpa gejala, dengan sebagian kasus juga mengalami gejala ringan seperti batuk, pilek, dan juga demam.

Sonny Harry B Harmadi, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 mengatakan, pelaksanaan Prokes, perlu dilakukan kolaborasi berjenjang, yakni dari Satgas dan pemerintah pusat, satgas daerah, posko desa, serta satgas institusi yang berperan memastikan penggunaan PeduliLindungi dan penerapan Prokes oleh masyarakat.

Selain menaati aturan-aturan tersebut, terdapat 9 langkah yang perlu diperhatikan yakni:

  • Pakai masker dengan benar,
  • Jaga jarak,
  • Cuci tangan,
  • Pastikan ventilasi udara,
  • Hindari tempat ramai tertutup,
  • Jaga etika batuk bersin,
  • Hindari sentuh mata hidung mulut bila tangan tidak bersih,
  • Vaksinasi,
  • Batasi mobilitas.

Editor : Naviska

Kanal Terkait