Kemendikbud Luncurkan Program Merdeka Belajar Untuk Perguruan Tinggi | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
program merdeka
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Kemendikbud Luncurkan Program Merdeka Belajar Untuk Perguruan Tinggi

SATUKANAL.com, NASIONAL– Program Merdeka Belajar Kemendikbud kembali diluncurkan untuk episode keenam terkait transformasi dana pemerintah yang akan diberikan untuk perguruan tinggi.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan pendanaan bagi perguruan tinggi yang memenuhi syarat. Pendanaan tersebut akan diberikan kepada perguruan tinggi melalui tiga program. Ketiga program tersebut yaitu intensif untuk perguruan tinggi negeri (PTN), matching fund untuk perguruan tinggi negeri dan swasta serta competitive fund atau program kompetisi kampus merdeka untuk PTN dan PTS.

Nadiem juga mengatakan untuk mendapatkan pendanaan ini, perguruan tinggi harus memenuhi syarat-syarat yang terdapat dalam Indikator Kinerja Utama (IKU). Kemendikbud telah menyusun delapan IKU yang akan dilihat dan menentukan pendanaan yang akan diterima masing-masing perguruan tinggi.

Baca Juga :  Tahun 2021 Kemendikbud Naikkan Anggaran Perguran Tinggi Sebesar 70%

“Delapan indikator yang akan dimonitor dan diapresiasi dalam bentuk pendanaan oleh kemendikbud. Kami menyederhanakan delapan saja, inilah yang kita maksudkan indikator kinerja utama yang akan menghasilkan perubahan besar,” Kata Nadiem (3/11) dalam telekonferensi yang dikutip dari republika.co.id.

Indikator pertama, yakni melihat lulusan perguruan tinggi yang bersangkutan. Kemendikbud akan melihat apakah lulusan dari perguruan tinggi tersebut mendapatkan pekerjaan yang layak.

Indikator kedua yaitu jumlah mahasiswa di perguruan tinggi tersebut yang mendapatkan pengalaman di luar kampus. “Mendapat project based learning, proyek sosial atau berwirausaha di luar lingkungan kampus,” kata Nadiem.

Baca Juga :  Cek Info GTK Kemendikbud, BLT Gaji Guru Honorer Cair Hari Ini

Indikator ketiga adalah berapa jumlah riset yang akan dilakukan oleh dosen di dalam perguruan tinggi tersebut. Riset harus dilihat dari segi manfaat ataupun inovasi produk.

Selain itu, indikator lain yang dilihat adalah alam ruang kelas perguruan tinggi. Nadiem menjelaskan, pihaknya akan mengukur jumlah mata kuliah yang penilaiannya berbasis proyek dan kerja sama. Kemendikbud ingin lebih banyak mata kuliah yang penilaiannya tidak sekadar dites dalam ujian namun lebih menekankan pada belajar berbasis proyek atau studi kasus.

Indikator terakhir adalah berapa jumlah program studi yang memiliki standar internasional.

 

Pewarta : Adinda A.I.U.
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait