Kemendag Impor 76.568 ton Bawang Putih, Anggota DPR RI : Impor hanya menambah penderitaan rakyat - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kemendag Impor 76.568 ton Bawang Putih, Anggota DPR RI : Impor hanya menambah penderitaan rakyat
istimewa
BERITA Kanal Highlight

Kemendag Impor 76.568 ton Bawang Putih, Anggota DPR RI : Impor hanya menambah penderitaan rakyat

Satukanal.com, NasionalKementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sebanyak 76.568 ton bawang putih impor sudah masuk Indonesia.

Terkait dengan rata-rata kebutuhan nasional bawang putih per tahun berkisar antara 550-600 ribu ton. Mayoritas kebutuhan tersebut masih harus dipenuhi karena produksi dalam negeri yang belum memadai kebutuhan konsumen secara nasional.

“Realisasi sampai tanggal 10 Mei 2021,” jelas Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Indrasari Wisnu Wardhana.

Menurut data Kemendag, ketahahan stok bawang putih saat ini kurang lebih 3,8 bulan. “Stok atau pasokan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lebaran dengan catatan realisasi impor tepat waktu,” jelasnya.

Sementara itu, Kemendag juga akan memonitor realisasi dan distribusi impor oleh pelaku usaha dalam rangka memastikan kecukupan stok pada momen lebaran 2021.

Valentino selaku Ketua Perkumpulan Pelaku Usaha Bawang Putih dan Sayuran Umbi Indonesia (Pusbarindo) mengatakan, terdapat sisa stok bawang putih akhir 2020 sebanyak 175 ribu ton atau sekitar 166,2 ribu ton dengan asumsi susut 5 persen.

Baca Juga :  Gerhana Matahari Cincin Terjadi Besok, Wilayah Mana Yang Bisa Menyaksikan?

Dengan kata lain, terdapat pasokan bawang putih lebih dari 200 ribu ton sejak awal tahun hingga saat ini. Namun, konsumsi per bulan mengalami penurunan akibat pandemi. Ia mencatat, konsumsi turun menjadi sekitar 40-42 ribu ton dari kondisi normal 47 ribu ton.

Menanggapi masalah impor bawang putih, Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir dalam keterangan persnya menegaskan, kebijakan mengimpor bawang putih oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) sangat disesalkan.

Menurut Achmad, impor bawang putih dalam jumlah besar tersebut telah mencederai kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional. “Sama sekali tidak ada konsep ketahanan pangan,” tegasnya.

Achmad mengatakan, skema impor hanya akan menambah beban keuangan negara dan beban penderitaan rakyat. Mengingat kondisi porsi utang negara akan semakin banyak untuk membiayai impor. Seperti diketahui, Kemendag telah mengimpor 76.568 ton bawang putih.

Dirinya menyampaikan impor bawang putih itu dilakukan justru di tengah kemajuan teknologi dan tersedianya lahan yang sangat luas di Nusantara. Rencana ini menjadi ironis, bangsa yang sudah bertahun-tahun merdeka malah tidak bisa menanam bawang putih untuk kebutuhan di dalam negeri.

Baca Juga :  Fakta-Fakta Jaringan 5G Yang Diluncurkan Hari Ini

Sebagai informasi, data hingga April 2021, Realisasi aturan wajib tanam bawang putih bagi para importir bawang putih yang mendapatkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) 2020, 63 importir belum tuntas menjalankan kewajibannya.

Sementara itu, terdapat sebanyak 29 perusahaan telah menuntaskan kewajibannya pada realisasi wajib tanam bawang putih dari target tanam seluas 6.038 ha.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Kementan, Tommy Nugraha, mengatakan pihaknya terus mengingatkan para importir untuk melaksanakan wajib tanam tersebut. Menurutnya, bila importir tidak melaksanakan kewajiban ini, maka Kementan tidak akan menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) selama 1 tahun.

 

 

 

 

Pewarta : Naviska
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait