Kemenag Hanya Perbolehkan Tarawih Berjamaah di Daerah Zona Aman. Simak Aturannya! - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kemenag Hanya Perbolehkan Tarawih Berjamaah di Daerah Zona Aman. Simak Aturannya!
BERITA Kanal Highlight

Kemenag Hanya Perbolehkan Tarawih Berjamaah di Daerah Zona Aman. Simak Aturannya!

SATUKANAL.com, NASIONAL– Pelaksanaan shalat tarawih berjamaah di masjid hanya boleh dilaksanakan di daerah yang berstatus zona kuning dan zona hijau. Ketentuan itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Agama tentang Panduan Ibadah pada Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah.

Selain Shalat tarawih, kegiatan tadarus Al-Qur’an, witir dan iktikaf juga hanya boleh dilakukan di masjid atau musala yang berada di zona aman. “Shalat tarawih, witir, tadarus Al-Quran dan iktikaf hanya boleh dilaksanakan di masjid atau musala yang berada di zona aman, yakni zona kuning dan zona hijau,” ujar Fuad Nasar selaku Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) di YouTube Pusdalops BNPB, Minggu (11/4/2021).

Menurut Fuad, terdapat sejumlah hal yang harus diperhatikan mengenai aturan kegiatan ibadah Ramadhan di zona aman. Aturan tersebut meliputi:

1. Pembatasan Kehadiraan Jemaah

Shalat lima waktu, tarawih, witir, tadarus, iktikaf dilaksanakan dengan pembatasan kehadiran jemaah yaakni plaing banyak 50 persen dari kapasitas dari masjid atau musala  tersebut. Pelaksanaannya pun harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Misalnya, dengan menjaga jarak aman satu meter antar jemaah. Para jemaah juga diwajibkan membawa shalat masing-masing.

Baca Juga :  Dari Sentra Kuliner Sampai Pasar Hewan Kota Malang, Kian Merana

2. Pembatasan Waktu

Terkait kegiatan di bulan Ramadhan seperti pengajian, ceramah, tausiyah, kultum ataupun kuliah shubub diberikan batasan waktu. Durasinya hanya berkisar 15 menit. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga para jemaah tidak berada dalam satu ruangan di waktu yang lama, sehingga dapat meminimalisir terjadinya kontak.

3. Sahur Dan Buka Puasa di Rumah

Tidak sama dengan pelaksanaan puasa sebelum pandemi, saat ini kegiatan sahur serta buka puasa dianjurkan untuk dilakukan di rumah bersama dengan keluarga atau kerabat terdekat. Dengan adanya anjuran ini, diharapkan dapat mencegah penularan Covid-19 yang lebih berkelanjutan.

4. Buka Bersama Bisa Dilakukan di Zona Aman

Kegiatan buka bersama bisa dilaksanakan pada daerah yaang berkategori zona aman. Namun, pelaksanaannya harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan. Kehadiran kegiatan ini dibatasi paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan. Selain itu, memakai masker, mencuci tangan serta menghindari kerumunan juga harus diterapkan.

Baca Juga :  Tiga Poin Pertimbangan PPKM Level 4 Diperpanjang

Lebih lanjut, Fuad menyebutkan bahwa aturan-aturan di atas juga diberlakukan untuk kegiatan Nuzulul Al-Qur’an baik yang dilakukan di dalam maupun di luar gedung. “Pada SE yang telah ada ditegaskan kepada pengurus dan pengelola masjid wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehhatan dan mengumumkan kepada semua jemaah,” terangnya.

Pengurus dan pengelola masjid waib untuk melakukan disinfektan secara teratur dan adanya penyediaan sarana cuci tangan di semua pintu masuk. Tak lupa, untuk mewajibkan pula penggunaan masker serta mengingatkan jemaah agar menjaga jarak juga membawa aalat shalat masing-masing.

Sementara itu terkait pelaksanaan shalat Idul Fitri, Fuad menambahkan bahwa nantinya dapat dilakukan di masjid atau lapangan terbuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Ketentuannya juga sudah tercantum dalam SE Nomor 4 juga.

Meski demikian, jika perkembangan Covid-19 semakin tinggi maka hal tersebutakan dikecualikan. “Jika keadaannya semakin negatif, berdasarkan pengumuman Satgas Covid-19 untuk seluruh wilayah Indonesia atau oleh pemerintah daerah masing-masing,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait