Kembali Zona Merah, Wali Kota Malang Perketat Protokol Penyelenggaraan Resepsi Pernikahan dan Khitan | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kembali Zona Merah, Wali Kota Malang Perketat Protokol Penyelenggaraan Resepsi Pernikahan dan Khitan
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT KOTA MALANG STRAIGHT NEWS

Kembali Zona Merah, Wali Kota Malang Perketat Protokol Penyelenggaraan Resepsi Pernikahan dan Khitan

SATUKANAL.com, MALANG – Belakangan ini Kota Malang kembali pada status Zona Merah dan kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kota Malang tengah mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Klaster keluarga merupakan penyumbang kasus positif Covid-19 tertinggi di Kota Malang.

Berbagai pertimbangan kini tengah dilakukan oleh pihak Pemerintah Kota Malang guna mengatasi kasus peningkatan pasien Covid-19. Salah satunya dengan kembali membatasi jumlah tamu undangan yang hadir saat akan menggelar acara resepsi pernikahan maupun acara khitan.

Wali Kota Malang pada Kamis (17/12/2020) menetapkan Surat Edaran Nomor 33 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penyelenggaraan Acara Resepsi Pernikahan dan Khitan.

Pemerintah Kota Malang, sebelumnya memang telah memberikan lampu hijau kepada seluruh warga Kota Malang tentang diperbolehkannya pelaksanaan kegiatan resepsi maupun kegiatan lainnya di era New Normal ini. Dengan syarat, tamu undangan yang hadir tetap di wajibkan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Dengan adanya Surat Edaran tersebut dijelaskan bahwa, penyebaran kasus positif Covid-19 di Kota Malang yang sedang mengalami peningkatan. Sehingga diperlukan beberapa pertimbangan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

Dari hasil rapat koordinasi yang dilakukan oleh Wali Kota Malang Sutiaji bersama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang serta Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), yang bertempat di Ruang Rapat Wali Kota Malang. Menetapkan Surat Edaran prihal beberapa peraturan yang wajib dilakukan oleh seluruh warga Kota Malang ketika akan menggelar acara resepsi pernikahan ataupun acara khitan.

Baca Juga :  PPKM Kabupaten Malang, Wali Santri Pondok Pesantren Dilarang Berkunjung

Acara-acara khusus seperti acara resepsi pernikahan dan khitan, harus diatur dengan secara ketat dan tunduk pada pedoman penerbitan izin normal baru dari Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Malang.

Pada Surat Edaran tersebut dijelaskan bahwa, ketentuan kegiatan resepsi pernikahan dilakukan di Kantor Urusan Agama (KUA) dan/atau Kantor Catatan Sipil, acara tersebut hanya boleh dihadiri oleh kalangan terbatas yakni keluarga inti saja. Selama acara sedang berlangsung tetap diwajibkan untuk selalu menggunakan masker dan menjaga jarak antara pihak yang hadir paling sedikit adalah rentang 1,5.

Bagi masyarakat Kota Malang yang hendak menggelar acara resepsi pernikahan, diwajibkan memiliki izin normal baru yang dikeluarkan oleh pihak Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan dihadiri maksimal atau paling banyak 50 orang.

Sedangkan, untuk kegiatan khitan wajib mematuhi persyaratan yang telah ditentukan seperti, khitan hanya dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Peserta terbatas, hanya dihadiri oleh keluarga inti, tetap menggunakan masker serta menjaga jarak.

Apabila masyarakat ingin menggelar perayaan khitan dan menyebabkan keramaian, maka diwajibkan untuk memiliki izin normal baru yang dikeluarkan oleh pihak Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan maksimal 50 orang tamu undangan.

Baca Juga :  Maksimalkan PAD Pada Sektor Retribusi Parkir, Pemkot Malang Resmikan Alat Elektronik Parkir di Stadion Gajayana

Dalam Surat Edaran tersebut juga dijelaskan bahwa, kegiatan pertemuan yang diselenggarakan dengan tidak memenuhi protokol kesehatan, maka akan dibubarkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dengan pengawalan dari aparatur Kepolisian serta TNI setelah pihak Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu menentukan bahwa pertemuan tersebut tidak mengantongi izin normal baru.

Masyarakat yang ingin melangsungkan acara resepsi pernikahan atau acara khitan, wajib melaksanakan protokol kesehatan guna pencegahan penyebaran Covid-19 pada saat acara sedang berlangsung seperti, menggunakan selotip area untuk mengatur jarak fisik, mengindari kontak langsung, membuat batas visual disekitar meja agar tidak terjadi penumpukan tamu undangan, menyedikan fasilitas cuci tangan, menyediakan alat pengukur suhu tubuh, mempersiapkan antiseptic atau desinfektan serta menggunakan alat makan sekali pakai.

Aturan baru ini ditetapkan pada Kondisi Kota Malang yang kembali memasuki zona merah. Pemerintah Kota Malang berharap agar, seluruh masyarakat mau ikut serta berkontribusi untuk mematuhi aturan yang ada pada Surat Edaran ini dan tatap melakukan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga Jarak) guna memutus mata rantai penyebaran pandemic Covid-19 di wilayah Kota Malang.

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

 

Kanal Terkait