Kelezatan Pecel Tirakat ala Pamuksan Sri Aji Joyoboyo Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kelezatan Pecel Tirakat ala Pamuksan Sri Aji Joyoboyo Kediri
BERITA Kanal Feature

Kelezatan Pecel Tirakat ala Pamuksan Sri Aji Joyoboyo Kediri

Tanpa nasi. Sekadar sayuran dan kerupuk yang diselimuti bumbu pecel. Tapi, kenikmatannya tiada tara. Apalagi  ketambahan es dawetnya yang super segar. Begitu menggiurkannya pecel sayur Mbah Kasih Sri Aji Joyoboyo yang biasa dikonsumsi orang-orang tirakat. 

Satukanal.com, Kediri – Anis Firmansyah

Cukup mudah ancar-ancar menuju warung pecel kulup Mbah Kasih. Tak jauh dari situs budaya: Pamuksan Sri Aji Joyoboyo di Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Hanya 100 meter di sebelah baratnya.

Pada jam-jam makan siang, pengunjung warung ini membludak. Tak hanya pelanggan dalam kota. Pada hari libur, banyak juga orang luar kota yang sudah menjadi pelanggan bertahun-tahun singgah, demi menyantap pecel Mbah Kasih.

“Pelanggan setiap hari biasanya 100 pengunjung. Kalau hari Minggu atau Libur, bisa mencapai 200-250 pengunjung,” kata Andik, putera Sunarsih yang lebih dikenal dengan sapaan Mbah Kasih.

Pecel Mbah Kasih, pada akhir pekan, jumlah pembeli membludak/(foto: Anis Firmansyah-satukanal.com)

Sajian pecelnya cukup unik. Tanpa nasi. Hanya kombinasi sejumlah sayuran: kangkung, kacang kembang turi, kecambah, dan bayam. Paduan sayuran dan kerupuk ini lantas ditaburi sambal pecel.

Baca Juga :  Angka Penularan Covid di Kediri Meningkat Tajam, Klaster Lebaran?

Selain hidangan pecel, Andik juga menyediakan es dawet yang segar serta aneka gorengan nan gurih. Harganya terjangkau. Pecel Rp8000,- per porsi, ditambah Es Dawet Rp5000,- per mangkuk.

Mbah Kasih berjualan pecel sayur sejak 1976. Awalnya, dia melayani peziarah tirakat di Petilasan Sri Aji Joyoboyo. Orang yang bertirakat makanan tanpa nasi. Biasa dikenal “ngrowot”.

“Biasanya kalau Suro ada tirakat nggak makan nasi, ngrowot. Akhirnya ibu (Mbah Kasih) punya ide jualan itu. Biar peziarah nggak bingung mencari makannya apa,” ungkap Andik.

Warga bertirakat yang menjadi pengunjung pecel Mbah kasih berasal dari berbagai kota dan daerah seperti Karisidenan Kediri, Jombang, Banyuwangi, Solo, Jogja, hingga Bali.

Selain hidangan pecel, Andik juga menyediakan segarnya es dawet dan aneka gorengan nan gurih. Dengan harga pecel Rp8000,- per porsi, ditambah es Dawet Rp5000,- per mangkuk.

Baca Juga :  Formasi CPNS Kediri 90 Persen Tenaga Pendidik
Kelezatan pecel Mbah Kasih bikin ketagihan/(foto: Anis Firmansyah)

“Rasanya lumayan enak. Pedes-nya kerasa. Beda kalau di pecel Madiun atau yang lain, ada manisnya. Kurang suka. Ini pedes nya enak,” ungkap Rini Maritasari, pengunjung asal Desa Gampengrejo Kabupaten Kediri.

Rini sejak lama jadi pelanggan pecel Mbah Kasih. Bermula waktu kecil menghadiri perayaan Satu Syuro, dia diajak orangtuanya ke Pecel Mbah Kasih. “Sudah sejak kecil sudah jatuh cinta pecel ini. Selain disini, saya belum menemukan (pecel) se-enak ini,” tuturnya.

Jika ke Kediri, ada wisata budaya dan sejarah sekalian kuliner,  paket Petilasan Sri Aji Joyoboyo plus pecel sayur bisa jadi alternatif. Meneladani jejak sejarah Raja Kediri yang dikenal dengan ramalannya, sekaligus merasakan pecel nikmat ala ngrowot. Mau? (*)

 

 

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait