Kelayapan Malam di Kota Malang bakal Dites Swab Secara Acak - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kelayapan Malam di Kota Malang bakal Dites Swab Secara Acak
Pelaksanaan PPKM Darurat di Malang bakal diperketat (Foto: Chosa Setya/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Kelayapan Malam di Kota Malang bakal Dites Swab Secara Acak

satukanal.com, Malang – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang melakukan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Dari hasil evaluasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang masih banyak kecolongan karena marak ditemukan pelanggaran. Sehingga, Forkopimda mewacanakan untuk tes swab acak bagi masyarakat yang kelayapan pada malam hari.

Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto SIK MSi mengungkapkan, berbagai upaya upaya penindakan sudah dilakukan secara maksimal. Ke depannya, bagi masyarakat yang masih berkeliaran akan dilakukan swab secara acak.

“Kita kasih tindakan penegakan hukum preventif. Akan bekerja sama dengan Kadinkes, bagi yang kelayapan malam akan diswab secara acak,” ujar Buher, sapaan akrabnya.

Dia menambahkan, evaluasi lain termasuk banyak bertebarannya berita hoax selama hampir dua pekan PPKM Darurat berlangsung. Mantan Wadirreskrimsus Polda Kalimantan Selatan itu berharap masyarakat Kota Malang lebih jeli dalam memilah informasi di media sosial.

Selain itu, untuk memaksimalkan sisa waktu yang ada, pihaknya bakal mengaktifkan kembali penutupan dengan portal di komplek-komplek. Menjadikan satu pintu masuk dan satu pintu keluar, selain mencegah mobilitas warga menekan kasus Covid-19, juga mencegah kriminalitas.

Baca Juga :  Kaya Akan Nutrisi, Pamor Susu Kambing Etawa Makin Melejit Kala Pandemi

“Saya lihat tidak ada kepentingan mendasar masyarakat yang keluar. Selain itu, tim yustisi juga mendatangi perusahaan kritikal esensial,” imbuhnya.

Terpisah, Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona menuturkan,  pelaksanaan PPKM Darurat di berbagai daerah tentu mengalami problematika yang sama. Pro dan kontra tentu bakal lumrah terjadi. Namun dia menegaskan Pertokoan di Kota Malang masih relatif patuh jika dibandingkan pedagang di pinggiran yang banyak abai.

Selian itu, langkah untuk mematikan Penerangan Jalan Umum (PJU) dinilai cukup efektif, agar pedagang kaki lima (pkl) tidak berlama-lama berjualan. Di samping itu, dia menambahkan tim operasi gabungan (osgab) tidak hanya terfokus satu tim, tetapi dipecah beberapa anggota bisa lima sampai enam orang dengan menyebar.

“Tim gabungan lebih banyak jalan (kelilingnya), namun titik-titik tersebar (disekitar). Sehingga tidak banyak tempat yang terlewatkan,” jelas Ferdian

Ke depan, dia menyebutkan bakal ada kunjungan dari pihak Mabes Polri guna meninjau langsung penerapan PPKM Darurat di Kota Malang. Sebagai bentuk persiapan, pihaknya akan memilih lokasi posko kelurahan yang siap, data ideal sudah pernah dibuat beberapa bulan yang lalu.

Baca Juga :  GMNI Banyuwangi: PPKM di Banyuwangi Berdampak Negatif Untuk Rakyat Kecil

“Saya minta bantuan camat menginformasikan, bagaimana ada alur, posko tidak harus besar, ada isoman, ruangan logistik, ruangan dapur lapangan. Kita siapkan dalam waktu dekat,” imbuhnya

Lebih lanjut, direncanakan ada kelurahan satu titik sebagai sampel dengan zoom meeting dengan kelurahan lain. Empat pilar yang dimaksimalkan, yaitu Kapolsek, Camat, Koramil, dan petugas kesehatan. Kemudian mencari satu relawan untuk bisa menjelaskan seluk beluk perkembangan kasus covid-19 di wilayah tersebut.

“Kita tidak menyiapkan dengan tergopoh-gopoh. Cari orang cakap dan menguasai, bisa menjelaskan dimana wilayah-wilayah RT, data normatif di PPKM Mikro dan seterusnya,” pungkas Ferdian.

Data Satgas Covid-19 Pemprov Jawa Timur pada 14 Juli 2021, terdapat total 8.091 kasus positif Covid-19 di Kota Malang, 994 di antaranya kasus yang masih aktif. Sementara, secara keseluruhan terdapat 690 jiwa warga Kota Malang yang meninggal dunia akibat virus Covid-19 ini.  (*)

 

 

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait