Kekerasan Terhadap Perempuan di Jombang Masih Marak - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kekerasan Terhadap Perempuan di Jombang Masih Marak
Sosialisasi DPKKB dan PPA terkait kekerasan terhadap perempuan selama tahun 2021 (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Kekerasan Terhadap Perempuan di Jombang Masih Marak

Satukanal.com, Jombang – Kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Jombang rupanya masih marak terjadi. Terdata, selama bulan September 2021 ada puluhan kasus dan kasus trafficking atau perdagangan manusia.

Kepala DPPKB dan PPPA Kabupaten Jombang, Nur Kamalia menyebut, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak per September 2021 ada sebanyak 69 kasus. Dari puluhan kasus tersebut, banyak didominasi kasus kekerasan seksual yakni 23 kasus, disusul KDRT 9 kasus.

“Berdasarkan data tersebut, kita menyadari betapa pentingnya perlindungan bagi perempuan dan anak di Kabupaten Jombang”, ucap Nur Kamalia saat Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak, Dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) pada Rabu (6/10/2021).

Selain kasus kekerasan yang juga menjadi perhatian, terdapat juga kasus trafficking. Oleh karenanya, apa yang dilakukan pihaknya ini adalah sebagai tindakan preventif.  Mengingat, tindak pidana perdagangan orang memiliki dampak berbagai unsur.

Baca Juga :  Uji Coba Pembukaan Wisata Kediri Masih Berlanjut

Permasalahan perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan adalah permasalahan lintas urusan.  “Sebagai wujud pencegahan tindak pidana perdagangan orang dalam hal ini termasuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan kerjasama dari berbagai kalangan,” ungkapnya.

Menurutnya, adanya kesadaran yang tinggi dalam mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak. Selain itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit, terkoordinasi, terencana, menyeluruh dan berkelanjutan karena isu-isu perlindungan perempuan merupakan isu lintas program (cross-cutting issues).

Sementara itu, selama tahun 2020, menurut data yang dikumpulkan Women Crisis Center (WCC) tercatat bahwa tingkat kekerasan terhadap perempuan di Jombang sangat tinggi. Setidaknya pada tahun 2020, WCC Jombang, menangani 83 aduan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Baca Juga :  Mahkamah Konstitusi Diharapkan Tolak Judicial Review Dua Ayat dalam UU Pers No 40/1999

Dari 83 kasus, sebanyak 48 kasus merupakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), terdiri dari 6 Kasus kekerasan Terhadap Anak (KTA) dan 40 kasus Kekerasan terhadap Istri (KTI) dengan pelaku adalah suami dan 1 kasus pelaku adalah saudara. Dari 48 Kasus KDRT yang diterima WCC Jombang sebanyak 22 kasus berujung pada perceraian.

“15 kasus disebabkan perselingkuhan, 15 kasus penelantaran, 3 kasus marital rape, 1 kasus perebutan hak asuh anak. Sepanjang 2020 tidak ada kasus KDRT yang masuk ke ranah pidana. Upaya penyelesaian yang ditempuh adalah musyawarah dengan melibatkan pemerintah desa,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

    Kanal Terkait