Kekeliruan Manajemen Tata Air, Diduga Penyebab Bencana Banjir di Nganjuk - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kekeliruan Manajemen Tata Air, di Duga Penyebab Bencana Banjir di Ngajuk
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Kekeliruan Manajemen Tata Air, Diduga Penyebab Bencana Banjir di Nganjuk

SATUKANAL.com, NGANJUK – Bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Nganjuk, diduga akibat dari kekeliruan manajemen tata air. Perihal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, saat melakukan penerimaan bantuan bencana, Rabu (17/2/2021).

Akibatnya, sebanyak tiga (3) Kecamatan yakni Kecamatan Brebek, Loceret, dan Kota mengalami banjir dengan ketinggian air setinggi pinggang orang dewasa. Dengan demikian, pihaknya akan melakukan monitoring dan sidak lapangan. Diduga penyebabnya ialah kekeliruan manajemen tata air.

“Pemda akan melakukan monitoring, sidak lapangan. Kita lihat manajemen air-nya yang keliru di beberapa titik seperti di Boho, Sungai Dungdet,” ungkap Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, ke Satukanal.com, Rabu (17/2/2021).

Baca Juga :  Ketua DPD Perindo Nganjuk Ditangkap Polisi Karena Mencuri

Dia juga mengungkapkan, kecurigaan dalam manajemen tata air terjadi karena ketimpangan ketinggian banjir di beberapa lokasi. Beberapa titik lokasi mengalami ketinggian setinggi pinggang orang dewasa, sedangkanlokasi yang jarak lebih dekat ketinggiannya jauh lebih rendah.

Bencana banjir yang terjadi hari Minggu (14/2) dilanjutkan hari Senin (15/2), ini sangat berdampak kepada perabotan rumah warga karena kondisi banjir yang bercampur lumpur berasal dari aliran pegunungan.

Baca Juga :  Waspada! Empat Daerah Di Jatim Berpotensi Banjir

“Sekarang beberapa titik banjir sudah berkurang. Kemarin seperti di Kecamatan Bogo, Kauman, Ganung Kidul, dan Kramat yang mengalami banjir besar,” terangnya.

Bencana banjir yang terjadi juga mengakibatkan warga berpindah ke lokasi pengungsian yang aman. Disebutkan titik lokasi pengungsian di Balai Rakyat, Gedung STKIP, Masjid Kauman, Gedung Sekolah, dan Rumah warga yang lebih tinggi.

“Lebih lanjut nanti akan segera dilakukan normalisasi sungai, diharapkan kejadian banjir ini tidak lagi terjadi,” tutup Marhaen.

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait