Keindahan Dendrobium Harmoni, Puspa Pesona dari Kediri | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
20191215_105143-960x640
Pengunjung sedang melihat anggrek di jajaran stan di Horti Expo Kabupaten Kediri. Foto: Isna
BERITA HIGHLIGHT

Keindahan Dendrobium Harmoni, Puspa Pesona dari Kediri

SATUKANAL, KEDIRI – Anggrek telah didapuk menjadi puspa pesona Indonesia. Beragam jenis tanaman hias dengan bunga yang indah ini pun tumbuh di Kabupaten Kediri. Salah satunya, Dendrobium Harmoni.

Untuk kali pertama, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dipertabun) Kabupaten Kediri bersama Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Kabupaten Kediri menggelar kontes anggrek. Kontes ini menjadi bagian dari rangkaian Horti Expo di Terminal Simpang Lima Gumul (SLG) sejak Jumat hingga Minggu (13-15/12).

Plt Kepala Dipertabun Anang Widodo menyebut melalui kontes anggrek ini, masing-masing petani maupun kelompok pegiat anggrek bisa memperbarui skill. Baik terkait seluk beluk tanaman anggrek, hingga kriteria tanaman anggrek untuk kontes.

“Kontes ini adalah kontes pembelajaran, karena lokal di Kediri Raya. Yang besar nanti di bulan April saat kontes nasional,” ujar Anang usai pengumuman pemenang lomba kontes anggrek.

Dua juri nasional didapuk sebagai tim penilai anggrek-anggrek yang dilombakan. Enam kategori anggrek yang dilombakan yakni cattleya, phalaenopsis, dendrobium bulat, dendrobium keriting, grammatophylum, dan open class (semua kategori).

Ketua PAI Kabupaten Kediri Ridlon Anshori mengatakan poin penilaian merujuk pada beberapa hal. Di antaranya seperti simetrisitas anggrek, kesehatan tanaman, hingga penamaan anggrek. Perlu diketahui, layaknya manusia, anggrek juga memiliki nama yang tercatat secara legal.

Penamaan ini pun merujuk pada nama ‘ayah dan ibu’ sebagai asal mula anggrek jenis tertentu. “Ketika kita menyilangkan anggrek, kalau asal-usul jantan-betinanya anggrek itu ketahuan, kemudian muncul bunganya, nama bunga itu bisa didaftarkan ke Royal Orchid Society yang berpusat di London,” jelas Ridlon.

Untuk mendaftarkan nama anggrek, petani atau pegiat anggrek bisa mendaftarkannya secara online. Salah satu anggrek di Kediri yang memiliki nama yang tercatat di Royal Orchid Society (RHS) ialah Dendrobium Harmoni.

Nama tersebut diberikan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah saat pameran anggrek di Kecamatan Papar beberapa waktu lalu. Bahkan, jelas Ridlon, jika ingin memberi nama anggrek menggunakan nama leluhurnya pun bisa.

Namun demikian, tidak semua nama anggrek bisa didaftarkan di RHS. “Kalau yang impor dari Thailand, kebanyakan adalah nama fam, hasil persilangan yang diberi nama sendiri, atau nama lokal,” imbuh pria yang sehari-hari juga berbisnis anggrek ini.

Meski baru pertama digelar, peserta lomba melebihi ekspektasi Ridlon. “Awalnya saya pesimis karena persiapan hanya dua minggu. Target 40 peserta, ternyata pendaftar lebih dari 50 peserta,” ujar Ridlon.

Anang menambahkan, perkembangan anggrek di Kabupaten Kediri selama setahun terakhir cukup pesat. Pertumbuhannya mencapai 50 persen dibandingkan tahun lalu. Pemicunya, ada wadah, pertemuan dan komunikasi dari komunitas, terkait peningkatan pasar anggrek yang meningkat.

Sejauh ini, penjualan anggrek dari Kediri paling banyak ke Tulungagung, Batu, bahkan penjualan online merambah Kalimantan dan Sulawesi.

Selain itu, anggrek di Kabupaten Kediri memiliki keunggulan tersendiri. Sebab, Kabupaten Kediri kaya sinar matahari dan beberapa tempat memiliki kelembapan yang cukup, sehingga daun dapat lebih berkembang dan warna bunganya lebih indah.

“Jadi anggrek tidak hanya tumbuh di tempat dingin. Beberapa jenis anggrek bahkan tumbuh bagus di cuaca panas, misalnya dendrobium. Justru beberapa varietas anggrek tidak bisa dikembangkan di dataran tinggi yang cenderung dingin,” jelas Anang.

Mendatang, Anang berharap pelaksanaan expo anggrek selanjutnya dapat disinkronkan dengan perikanan hias. Sehingga terintegrasi dengan pertanian terpadu dan lebih indah. (adv)

Pewarta: Isnatul Chasanah
Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait