Kegiatan Fisik Masih Mendominasi, Pemkot Malang Danai 1.252 Usulan Masyarakat Senilai Rp 172 Miliar | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
WhatsApp Image 2019-12-17 at 3.36.23 PM
Pada acara publikasi hasil Musrembang 2019 (Foto: Barenlitbang.malangkota.go.id)
BERITA HIGHLIGHT

Kegiatan Fisik Masih Mendominasi, Pemkot Malang Danai 1.252 Usulan Masyarakat Senilai Rp 172 Miliar

SATUKANAL, MALANG – Meski Presiden RI Joko Widodo telah mencanangkan 2020 sebagai tahun pembangunan sumber daya manusia (SDM), tetapi masyarakat di tingkat RT/RW masih banyak yang meminta pembangunan fisik. Setidaknya, hal itu yang tercermin dalam usulan-usulan yang diakomodasi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pada 2020 mendatang.

Pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang, jumlah usulan kegiatan diperoleh dari masyarakat mencapai 5.458 kegiatan, dengan usulan pagu anggaran mencapai Rp 316 miliar.

Namun dari semua usulan kegiatan tersebut, yang diakomodasi oleh Pemkot Malang sebesar 23 persen dari total semua usulan. Sehingga pada 2020 nantinya akan ada sekitar 1.252 kegiatan yang bakal direalisasikan. Total anggaran yang dikucurkan untuk kegiatan-kegiatan itu sebesar Rp 172 miliar.

Jika dirinci, kegiatan tersebut terbagi 888 kegiatan yang berbentuk fisik dan sisanya 364 kegiatan non fisik. Artinya, kegiatan non fisik yang mencakup pengembangan SDM hanya terakomodasi sekitar 29 persen dari total kegiatan yang disetujui.

Kondisi ini juga hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2019 ini, ada 1.431 usulan kegiatan yang direalisasikan. Terdiri dari 994 kegiatan fisik dengan pagu anggaran Rp 75 miliar dan 437 kegiatan non fisik sebesar Rp 31 miliar.

Secara persentase, jumlah kegiatan non fisik pada 2019 ini yang merupakan usulan masyarakat lebih besar. Yakni di angka 30,5 persen dari total kegiatan yang mendapatkan pembiayaan dari APBD Kota Malang. Namun, sektor fisik tetap mendominasi.

Masyarakat masih banyak meminta pembangunan plengsengan, pavingisasi, membangun ruang pertemuan, dan lain-lain dibanding meminta pelatihan keterampilan atau pembelajaran tertentu.

Kepala Barenlitbang Kota Malang Dwi Rahayu mengatakan, memang tidak semuanya usulan bisa diakomodasi. Mengingat Pemkot harus juga memilih dan memilahnya.

“Yang diutamakan program kegiatan prioritas sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tentunya selaras dengan arah kebijakan. Ketersediaan SDM untuk menjalankan usulan tersebut juga perlu dipikirkan ke depannya,” ujar Dwi.

Dia menyebut, hasil Musrembang kali ini ada peningkatan kegiatan yang terakomodasi dibandingkan periode sebelumnya. “Jumlah yang direalisasikan meningkat sekitar 431kegiatan daripada tahun sebelumnya,” jelasnya.

Pewarta: Ali Bisri
Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait