Kedelai Naik Tak Wajar, 10 Persen Perajin Tahu di Kediri Gulung Tikar - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kedelai Naik Tak Wajar, 10 Persen Perajin Tahu di Kediri Gulung Tikar
Salah satu perajin tahu di Kediri (Foto; Anis Firmasnyah/Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Kedelai Naik Tak Wajar, 10 Persen Perajin Tahu di Kediri Gulung Tikar

Satukanal.com, Kediri – Kenaikan harga kedelai yang tak wajar dalam beberapa bulan terakhir membuat para pengusaha tahu mengalami kerugian parah. Bahkan tak sedikit mereka yang kini harus gulung tikar.

Ketua UMKM Kelud Mandiri Kabupaten Kediri, Gatot Siswanto mengungkapkan, harga kedelai saat ini sudah jauh diatas Harga Pokok Penjualan (HPP), dari yang sebelumnya hanya dihargai Rp. 8.000 kini melonjak diharga Rp. 11.500 per kilogram.

“Yang jelas selama kurun waktu 4 bulan, para perajin tetap berjalan namun selalu ‘tombok’. Dengan cara menjual hewan ternak, menaikan harga jual, mengurangi ukuran. Bahkan, ada beberapa perajin tahu kecil, belum begitu lama produksi gulung tikar,” kata Gatot kepada satukanal.com, Jumat 24 Mei 2021.

Baca Juga :  Kabupaten Kediri Urutan ke-9 Daerah Tertinggi Penyebaran Covid di Jatim

Dia juga menyebut, para perajin yang gulung tikar ada sebanyak 10 persen dari seluruh perajin tahu di kabupaten Kediri. Sementara para perajin tahu lainnya memilih bertahan dengan cara menaikkan harga dan merubah ukuran produk.

Pemilik pusat oleh-oleh GTT sekaligus pengusaha tahu itu juga mengaku membutuhkan bahan baku kedelai untuk produksi tahu miliknya sebanyak 12 ton per bulan. Sedangkan beberapa perajin tahu lainnya minimal sebanyak 300 kilogram per bulan. “Jadi para pengrajin hanya bisa mengeluh untuk mengatur ukuran dan naikan harga,” jelasnya.

Dia melanjutkan situasi itu makin sulit mengingat masa pandemi Covid-19 belum berakhir, banyak konsumen yang komplain dengan ukuran tahu yang telah diperkecil. Tapi perajin tahu yang sudah bertahun-tahun akan tetap bertahan tetap produksi, meski dinilainya ada penurunan penjualan.

Baca Juga :  Formasi CPNS Kediri 90 Persen Tenaga Pendidik

Lebih lanjut dia berharap kepada pemerintah agar segera turun tangan dan kedelai dapat segera stabil. Sehingga kebutuhan pangan ‘tahu’ dapat dinikmati dengan terjangkau masyarakat segala kalangan.

“Kami berharap kalau memang harga dinaikan, segera ditentukan harga pas untuk ekonomi masyarakat. Kalau terlalu tnggi, yang jelas bisa-bisa hampir seimbang dengan harga daging,” pungkasnya.

 

 

Penulis: Anis Firmansyah
Editor: Ubaidhillah

Kanal Terkait