SATUKANAL.COM
Seminar Kebebasan Akademik di Era Pembangunan
Seminar Kebebasan Akademik di Era Pembangunan
BERITA STRAIGHT NEWS

Kebebasan Akademik di Era Pembangunan

Satukanal.com – Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya (UB) mengadakan seminar dan workshop bertema “Kebebasan Akademik dan Tantangannya di Era Pembangunanisme dan Neokonservatisme”, di auditorium FH UB, Rabu (4/9).

Hadir sebagai pemateri ketua Pusat Studi Hukum dan HAM (HRLS) FH Universitas Airlangga Dr Herlambang P. Wiratraman SH MA, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati SH, Peneliti Ahli Penghitungan Kerugian Ekologi IPB Dr Ir Basuki Wasis MSi, Peneliti Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu Unsoed Manunggal K. Wardaya SH LL.M, dan peneliti hokum HAM internasional UB AAA Nanda Saraswati, SH MH.

Basuki Wasis

Dalam paparannya, Basuki Wasis menyebut di era pembangunan dan neokonservatisme, peran ahli sangat dibutuhkan untuk mengungkap permasalahan dan kejahatan lingkungan hidup melalui bukti-bukti saintifik.

“Inilah yang disebut dengan kebebasan akademik. Data dan hasil penelitian dan pengamatan lapang yang dianalisa untuk mengungkap permasalahan dari pembangunan kita,” sebutnya.

Demikian pula, menurut Nanda Saraswati, praktik ini merupakan salah satu bentuk kebebasan berekspresi. Kebebasan akademik meliputi kebebasan menyatakan pendapat, melakukan penelitian dan diskusi tentang topik ilmiah tertentu, menyusun program akademik, kurikulum, dan metode pengajaran, serta melakukan perjalanan untuk kegiatan akademik.

Kebebasan berpendapat juga erat kaitannya dengan kegiatan yang dilakukan oleh lembaga pers mahasiswa (persma). Tema inilah yang menjadi sorotan Herlambang dalam paparan materinya. “Forum-forum diskusi yang sering diadakan oleh Persma merupakan salah satu bentuk kebebasan akademik, karena sering juga fokus diskusi Persma menyangkut pembangunan di Indonesia,” paparnya.

Kanal Terkait