Kebakaran Tewaskan 41 Narapidana, Kapasitas Lapas Tangerang Overload 250 Persen - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kebakaran Maut Lapas Tangerang, 41 Orang Tewas Termasuk Dua WNA di Dalam Blok yang Kelebihan Kapasitas
Suasana Blok C2 pascakebakaran di Lapas Dewasa Klas 1 Tangerang, Tangerang, Banten, Rabu, 8 September 2021 (Foto: Antara)
BERITA Kanal Straight

Kebakaran Tewaskan 41 Narapidana, Kapasitas Lapas Tangerang Overload 250 Persen

Satukanal.com, Nasional- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Tangerang, Kota Tangerang, Banten mengalami kebakaran pada Rabu (08/09/2021) dini hari.

Dari informasi yang dihimpun, hingga pagi tadi jumlah korban tewas sebanyak 41 orang termasuk dua warga negara asing asal Afrika Selatan dan Portugal.

Korsleting listrik diduga menjadi penyebabnya terlebih dengan adanya kelebihan kapasitas dan sel terkunci saat api membesar. Lapas Tangerang ini sudah kelebihan kapasitas 250 persen, kapasitasnya hanya 600 orang, tapi saat ini dihuni 2.072 orang.

“Data yang saya peroleh menyebutkan ada 41 orang yang meninggal akibat kebakaran ini. Salah satu korban meninggal adalah warga binaan kasus terorisme, satu tindak pidana pembunuhan, sementara lainnya narkoba. Dua di antara korban meninggal merupakan warga negara asing dari Afrika Selatan dan Portugal,” tutur Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dikutip dari detik.com

Kebakaran itu terjadi pada pukul 01.45 WIB dini hari tadi dan berhasil dipadamkan pukul 04.00 WIB. Menurut  Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, api muncul dari Blok CII, yakni blok khusus kasus narkotika yang terdiri dari tujuh sel.

Baca Juga :  Pemkab Malang Genjot 20 Ribu Vaksin Per Hari

“Masing-masing blok itu jaraknya 50-100 meter di dalam Lapas itu. Kalau blok itu berarti sel ya. Di blok itu yang terbakar itu ada C1 dan C2. Yang terbakar adalah C2 isinya 122 orang napi. Dari 122 napi tersebut, 41 korban tewas, 73 luka ringan, dan 8 luka berat.” jelas Yusri.

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, mengungkapkan bahwa sejak berdiri selama 42 tahun Lapas Kelas I Tangerang tidak memperbaiki instalasi listriknya. Hal ini terkait dengan pernyataan dari Kapolda Metro Jaya, Irjen M Fadil Imran, bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik, namun ini masih harus diselidiki lebih lanjut.

“Lapas Kelas I Tangerang dibangun tahun 1972, sudah 42 tahun. Sejak itu kita tidak memperbaiki instalasi listriknya. Ada penambahan daya tapi instalasi listrik masih tetap,” kata Yasonna dalam jumpa pers di Tangerang Rabu (8/9/2021).

Yasonna melanjutkan, dugaan sementara seperti disampaikan Kapolda Metro Jaya tadi adalah karena masalah arus pendek. Namun demikian Puslabfor Polri dan Polda Metro Jaya sedang meneliti sebab musabab dari kebakaran tersebut.

Baca Juga :  Hari Ini, Bioskop di Wilayah PPKM Level 2 dan 3 Kembali Beroperasi

Kronologi Kebakaran

Yasonna mengungkapkan bahwa kebakaran mulai terjadi pada pukul 01.45 WIB di blok C2. Di blok itu terdiri dari beberapa kamar yang dikunci. Petugas pengawas melihat ada api dan langsung menghubungi pemadam kebakaran. Selang 13 menit kemudian pemadam kebakaran datang. Tidak sampai 1,5 jam api bisa dipadamkan.

Terkait banyaknya korban jiwa, Yasonna mengungkapkan bahwa itu karena api menyebar dengan cepat dan kamar-kamar terkunci. “Oleh karena api yang cepat membesar, beberapa kamar tidak sempat dibuka karena api yang begitu cepat. Kenapa dikunci? Itu sesuai protap lapas bahwa kamar harus dikunci,” ujarnya.

Menurut dia, 40 orang meninggal di tempat, satu dalam perjalanan ke rumah sakit, dan 75 selamat langsung dievakuasi. Beberapa kamar sudah tidak memungkinkan lagi untuk dibuka karena petugas tidak mampu menerjang api. “Kita mencoba memadamkan api menggunakan APAR, tapi tidak cukup karena api sudah membesar. Saya sudah lihat kondisinya seperti apa,” ujar Yasonna.

 

Pewarta : Adinda

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait