Ke Lirboyo Menko Luhut Diwaduli Para Kyai Soal Kamus Sejarah - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
 Ke Lirboyo Menko Luhut Diwaduli Para Kyai Soal Kamus Sejarah
Foto: KH Anwar Iskandar seusai menemui Menko Luhut Binsar Pandjaitan di Ponpes Lirboyo
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

 Ke Lirboyo Menko Luhut Diwaduli Para Kyai Soal Kamus Sejarah

SATUKANAL.com, KEDIRI Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mendapatkan kritikan dari para Kyai sepuh di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. Kritikan itu disampaikan langsung kepada Menko Kemaritiman saat berkunjung ke Lirboyo pada Senin, 26 April 2021.

Kunjungan Luhut pada Magrib itu bersifat tertutup. Selama 1 jam, Luhut menemui para Kiai sepuh di Ponpes Lirboyo. Namun, ketika ditanya tentang polemik mudik, Luhut irit bicara dan langsung masuk ke mobil dinasnya. Pada kesempatan tersebut Luhut hanya menjawab terkait proyek-proyek di Kediri yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN).

Baca Juga :  AJI Kediri, Suarakan Bekerja Tanpa Ancaman dan Kekerasan Jurnalis di Hari Pers Sedunia 2021

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Amin, Kiai Anwar Iskandar menerangkan, kedatangan Luhut mengklarifikasi tentang tidak adanya nama pendiri Nahdlatul Ulama dalam kamus sejarah yang disusun Kemendikbud. Menurutnya ada tiga hal yang menjadi keprihatinan Ponpes Lirboyo. Yakni, tentang kurikulum pancasila, frasa agama, dan KH Hasyim Asy’ari.

“Ada beberapa hal yang menjadi keprihatinan, pertama pancasila tidak menjadi menjadi kurikulum, kedua frasa agama diganti dengan pelajaran budi pekerti ketiga nama mbah hasyim. Ini menjadi keprihatinan. Ternyata semuanya masih konsep,” terang Kiai Anwar Iskandar.

Tak hanya itu, Kiai Anwar Iskandar yang lebih dikenal dengan Gus War menjelaskan bila Luhut responsif mendengarkan keprihatinan para Kiai sepuh Lirboyo. “Ya beliau responsif langsung ditanggapi, untuk ke depan ya monggo mau diperbaiki bagaimana biar pemerintah saja, ” ungkapnya.

Baca Juga :  Perusahaan Tak Bayar THR, Disnaker Kabupaten Kediri Buka Posko Aduan Buruh

Tak hanya itu, KH Oing Abdul Mu’id menjelaskan kedatangan untuk tabayun. Karena perjuangan KH Hasyim Asy’ari sudah diakui dunia dalam perjuangan kemerdekaan dan kehidupan masyarakat. “Ya tadi sudah tabayun. Ya harapannya kita nggak boleh menafikan peran mbah Hasyim di Indonesia,” pungkas Gus Mu’id.

 

 

 

Pewarta : M. Ubaidhillah
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait