Katmini, Pengrajin Genteng Tiga Generasi di Kabupaten Kediri - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Katmini, Pengrajin Genteng Tiga Generasi di Kabupaten Kediri
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Katmini, Pengrajin Genteng Tiga Generasi di Kabupaten Kediri

SATUKANAL.com, KEDIRI – Keberadaan Sentra Pengrajin Genteng telah diakui sejak puluhan tahun di Kelurahan Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.

Salah satu pengrajin genteng yang ada di sentra pengrajin genteng tersebut ialah, Katmini, wanita paruh baya berusia 52 tahun.

Dalam waktu menginjak usia lanjut tersebut, dirinya masih mempunyai semangat besar. Untuk meneruskan usaha kerajinan genteng, yang sudah turun-temurun dari keluarga terdahulu.

Disebutkan usaha kerajinan genteng ini dimulai sejak puluhan tahun, meneruskan generasi ketiga dari usaha keluarga. Berawal memanfaatkan tanah liat, di waktu itu tidak ada pilihan dalam pekerjaan lain.

“Kerajinan genteng ini sejak mbah-mbah saya puluhan tahun. Sudah banyak tahun lah pokoknya,” ucapnya, kepada Satukanal.com, Minggu (06/12/2020).

Dengan memasuki masa lanjut usia tersebut, dirinya mampu memproduksi genteng sebanyak 400 genteng dalam satu hari. Bila dalam satu bulan, disebutkan mampu mencapai 15.000 genteng dibuatnya.

Baca Juga :  Suntik Vaksin Serentak! Tahap Kedua, ASN dan Pejabat Publik Kabupaten Kediri

“Mak Katmini”, begitu nama akrabnya. Juga menjelaskan alur produksi pembuatan produk genteng miliknya. Menurutnya, untuk kualitas genteng terbaik diperlukan keadaan sangat kering.

“Proses pembuatannya tanah liat diaduk, dicampur air, diperlunak, lalu diselep. Lanjut cetak dan dipotong kotak-kotak. Seterusnya dijemur, selama dua hari hingga kering. Kalau musim penghujan, agak rumit, sampai empat hari baru kering,” tuturnya.

Ada tiga jenis tiga jenis genteng miliknya, yakni Pentul, Layur, dan Mantili. Disebutkan juga untuk jenis genteng yang paling diminati saat ini ialah Mantili. Banyak digunakan untuk pembangunan rumah-rumah warga.

Sedangkan utuk jenis yang lain seperti Pentul, diminati untuk segmen lain seperti proyek sekolah, perkantoran, dan pembangunan gedung instasi pemerintahan.

“Yang beli, ya orang bangun-bangun rumah. Dari Nganjuk, Wates, Nggringging, Sonorejo, dan desa-desa sekitar,” terangnya.

Baca Juga :  GP Ansor, Waspadai Ajaran Radikalisme di Kampung Inggris Pare

Dalam penjualan, Mak Katmini mematok harga 1.800.000 per seribu biji genteng. Apabila dihitung per biji, ia menjual dengan harga 1.800 rupiah.

Setiap kali dilakukan pemesanan  genteng, disebutkan selalu dalam jumlah skala besar. “Untuk pembelian, sekali ambil dalam pemakaian rumah kisaran 3000,hingga 2000 genteng. Kalau gedung 6000 genteng. Bahkan kalau ada pesanan, paling banyak 20.000 genteng,” tegasnya.

Penjualan genteng ini masih dengan cara konvensional, itu disebabkan memang usia Mak Katmini sudah enggan untuk berbagi informasi dalam media sosial.

Berbagai tantangan kedepan untuk meneruskan usaha turun-temurun kerajinan genteng, Mak Katmini terus berharap agar masih terus berlanjut untuk menghidupi perekonomian rumah tangga.

“Sekarang ini masih menguntungkan. Bisa untuk menyekolahkan anak, untuk beli bahan baku, dan juga untuk membeli obat suami sakit,” tutupnya. (Adv)

 

Pewarta: Anis Firmansah
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait