SATUKANAL.COM
Kasus Positif Covid-19 Melandai, RS lapangan di Kota Malang ditunda
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Kasus Positif Covid-19 Melandai, RS lapangan di Kota Malang ditunda

SATUKANAL.com, MALANG – Kasus pasien positif Covid-19 di Kota Malang Melaindai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menyatakan untuk menunda opersional Rumah sakit darurat lapangan untuk penanganan pasien Covid-19 di Kota Malang. Rumah sakit lapangan yang sebelumnya beroprasi pada 28 Oktober 2020 ditunda. Penundaan tersebut selaras dengan status Covid-19 di Kota Malang yang berada pada zona oranye.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pembangunan rumah sakit darurat lapangan penanganan Covid-19 di Kota Malang merupakan bentuk antisipasi jika kasus penularan virus Covid-19 terus mengalami penambahan.

“Sebenarnya proses pendirian rumah sakit darurat lapangan ini kan dalam tahap menunggu izin Menteri Kesehatan, Kemudian kami pending, karena kasus Covid di Malang Raya terus melandai, sehingga keputusan rapat dari tim dokter Dinas Kesehatan, terutama dari RS Saiful Anwar memutuskan sementara pending dulu,” imbuhnya.

Baca Juga :  Destinasi Wisata Baru Kampung Heritage Kayutangan Rampung Pada Desember 2020

Rumah sakit darurat lapangan penanganan Covid-19 rencana akan disiapkan pada area lapangan Politeknik Kesehatan Malang yang terletak di Kawasan Idjen Boulevard, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Pembangunan Rumah sakit tersebut berguna untuk mengurangi risiko penularan Covid-19 pada lingkungan keluarga, sebab banyak pasien konfirmasi positif dengan gejala ringan atau tanpa gejala, disarankan untuk melakukan isolasi mandiri, sehingga hal tersebut sangat berisiko menularkan pada anggota keluarga lainnya.

Baca Juga :  Raih Dua Penghargaan Dari Gubernur Jatim, Pemkab Jombang Luncurkan Inovasi Baru

Rumah sakit lapangan tersebut digunakan sebagai alternatif rujukan untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang memiliki gejala ringan atau tanpa gejala apabila kapasitas RSUD Kota Malang penuh.

Khofifah mengatakan, keputusan itu merupakan pertanda yang baik, karena potensi penularan pandemic sudah semakin terkontrol di Malang Raya. Sehingga masyarakat tidak sampai harus dirawat di RS lapangan.

“Harapan kita (kasus Covid-19) melandai, menurun, dan terkendali,” ujarnya.

 

Pewarta : Naviska Rahmadani

Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait