Kasus Penggelapan Investasi, Ada Beberapa Kejanggalan Diungkap Pelapor - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
BERITA

Kasus Penggelapan Investasi, Ada Beberapa Kejanggalan Diungkap Pelapor

Satuchannel.com, Kota Malang – Perkembangan kasus penggelapan investasi yang diduga melibatkan seseorang bernama Cahya Thamrin, Warga Jalan Raya Candi, Karangbesuki, Kota Malang memasuki babak baru. Setelah sebelumnya laporan atas nama Pervesh (40 tahun) asal Jakarta pada 21 April 2016 mengendap tak ada kejelasan.

Polres Malang Kota mengadakan gelar perkara yang dihadiri oleh pihak pelapor, Wakapolres Malang Kota Kompol Nandu Dyanata, Kasatreskrim AKP Heru Dwi Purnomo, dan beberapa penyidik.

“Dari gelar perkara kemarin (Selasa, 1/8 red) memang ada beberapa kejanggalan dari bukti yang dimiliki penyidik Polres Malang Kota. Dari saksi saja, hanya 4 orang yang dimasukkan namun ke dalam bukti penyelidikan,” ujar Pervesh selaku pelapor.

Baca Juga :  Bakal Berlangsung September, MFC Naik Kelas

Pihak pelapor juga menyayangkan masuknya seorang saksi yang notabenenya merupakan ayah kandung dari pihak terlapor. Selain itu ada beberapa keuntungan yang diambil balik oleh terlapor antara rentang waktu 2015 – 2016 yang belum masuk juga di bukti yang dimiliki Polres.

“Di bukti juga terlapor hanya tercantum sebagai Direktur PT Bayi Kembar saja, sedangkan dalam kontrak investasi tercantum jelas dua nama perusahaan yakni PT Bayi Kembar dan PT Tiga Bola,” tambahnya.

Pihak terlapor pun dalam pemeriksaan dua kali yang dilakukan Satreskrim Polres Malang Kota tak pernah datang. Saat gelar perkara, dari pantauan satuchannel pun tak tampak terlapor menghadiri undangan yang telah dilakukan Polres.

Baca Juga :  Waspada! Empat Daerah Di Jatim Berpotensi Banjir

“Saya berharap kasus ini segera menemukan titik terangnya terlebih saya sudah datang untuk memberikan dan menjelaskan bukti yang ada. Supaya juga integritas kepolisian dapat terus terjaga,” pungkas pria yang bekerja sebagai wiraswasta di Jakarta ini.

Menindaklanjuti hasil gelar acara kemarin, pihak pelapor sudah meneruskan bukti gelar acara ini ke Mabes Polri sebagai langkah konsultasi hukum terkait tindaklanjut kasus penggelapan dana investasi perusahaan rokok Tiga Bola dan Bayi Kembar. (Aris)

Kanal Terkait