Kasus Jual Beli Jabatan Kades di Probolinggo, KPK Sita Rp362 Juta - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Terseret Kasus Jual Beli Jabatan, Bupati Probolinggo dan Suami Jadi Tersangka
Bupati Probolinggo jadi tersangka (Foto: Istimewa)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Kasus Jual Beli Jabatan Kades di Probolinggo, KPK Sita Rp362 Juta

Satukanal.com, Probolinggo – Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sepuluh orang di sejumlah lokasi di Probolinggo, Jawa Timur pada Senin (30/8/2021). Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin yang juga anggota DPR RI terjaring dalam OTT tersebut.

Selain dua nama tersebut, delapan orang yang diamankan KPK antara lain;  Doddy Kurniawan selaku Aparatur Sipil Negara (ASN) Camat Krejengan, Sugito selaku ASN Pejabat Kades Karangren, Ponirin selaku ASN Camat Kraksaan, Imam Syafi’i selaku ASN Camat Banyuanyar, Muhammad Ridwan selaku ASN Camat Paiton, Harry Tjahjono selaku ASN Camat Gading, Pitra Jaya Kusuma dan Faisal Rahman selaku ajudan bupati. KPK juga menyita uang Rp362 juta dalam operasi tangkap tangan tersebut.

Kabar terbaru, KPK telah menetapkan Puput berserta suami sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi atau jual beli jabatan penjabat kepala desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021.

“Sebagai penerima ada HA (Hasan Aminuddin), kemudian PTS (Puput Tantriana Sari),” ungkap Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata seperti dikutip dari kompas.com, dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Selasa (31/8/2021) dini hari.

Sementara itu, KPK baru menahan lima orang tersangka untuk 20 hari pertama di Rumah Tahanan Negara (Rutan) berbeda.

Baca Juga :  Tak Perlu Khawatir, Ini Cara Menghemat Kuota Zoom Belajar Online

Hasan ditahan di Rutan KPK Kavling C1, Puput Tantriana ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih, Doddy ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat, Muhamad Ridwan ditahan di Rutan Polres Jakarta Selatan, dan Sumarto ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Melansir laman cnnindonesia.com, para tersangka ditahan di rutan KPK selama 20 hari pertama terhitung sejak 31 Agustus 2021 sampai dengan 19 September 2021 mendatang.

Sebelum mendekam di sel tahanan, kelima tersangka akan menjalani isolasi mandiri di rutan masing-masing. Hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan rutan KPK.

Kronologi kasus jual beli jabatan

Kasus ini bermula saat diundurnya jadwal pemilihan Kepala Desa serentak tahap II di wilayah Kabupaten Probolinggo yang awalnya diagendakan pada 27 Desember 2021.

Atas pengunduran jadwal pemilihan tersebut, terhitung pada 9 September 2021 terdapat 252 kepala desa dari 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang masa jabatannya berakhir.

Dikarenakan adanya kekosongan jabatan kepala desa tersebut, maka akan diisi oleh penjabat kepala desa yang berasal dari para ASN di Pemkab Probolinggo dan untuk pengusulannya dilakukan melalui camat.

Usulan nama para Pejabat Kepala Desa harus mendapatkan persetujuan Hasan dalam bentuk paraf pada nota dinas pengusulan nama sebagai representasi dari Puput tantriana. Para calon Pejabat Kepala Desa juga diwajibkan memberikan dan menyetorkan sejumlah uang.

Baca Juga :  5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Saat Positif Covid-19

Diketahui, tarif yang dipatok untuk menjadi pejabat kepala desa sebesar Rp 20 juta, ditambah dalam bentuk upeti penyewaan tanah kas desa dengan tarif Rp 5 juta per hektar.

Hasan memanggil para camat untuk membawa para kepala desa terpilih dan kepala desa yang akan purnatugas. Hasan meminta agar kepala desa tidak datang menemuinya secara perseorangan, melainkan dikoordinasi melalui camat.

Sementara, pada Jumat (27/8/2021), terdapat 12 pejabat kepala desa menghadiri pertemuan di salah satu tempat di wilayah Kecamatan Krejengan, Probolinggo.

Dalam pertemuan tersebut diduga telah ada kesepakatan untuk memberikan sejumlah uang kepada Puput melalui Hasan dengan perantara Doddy Kurniawan.

Dari yang hadir, telah disepakati untuk masing-masing menyiapkan uang sejumlah Rp20 juta sehingga terkumpul sejumlah Rp 240 juta. Sementara untuk jabatan selaku pejabat kepala desa di Kecamatan Paiton, Muhammad Ridwan mengumpulkan uang dari para ASN hingga berjumlah Rp 112,5 juta untuk diserahkan kepada Puput melalui Hasan.

 

Pewarta : Viska

Editor : Danu Sukendro

Kanal Terkait