Kasus Harian Meningkat, PPKM Mikro Turun Gunung - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kasus Harian Meningkat, PPKM Mikro Turun Gunung
Walikota Batu, Dewanti Rumpoko (Foto: Humas Pemkot Batu/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Kasus Harian Meningkat, PPKM Mikro Turun Gunung

Satukanal.com, Batu – Meningkatnya kasus aktif harian di beberapa wilayah, membuat pemerintah harus menekankan kembali pelaksanaan PPKM Mikro di masing-masing daerah. Hal tersebut sebagai upaya penanggulangan, supaya rantai penyebaran Covid-19 tak lagi berlangsung.

Untuk itulah, Kementrian Koordinator Bidan Perekonomian menggelar Rakor Pengembangan PPKM, yang dipimpin oleh Menko Bidang Perekonomian, Mendagri, Menkeu, Menkes, Menteri Pendidikan, Panglima TNI, Kapolri dan Jaksa Agung secara virtual.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 19.00 WIB, Senin (14/6/2021). Diikuti oleh Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, Wakil Walikota Batu, Punjul Santoso, Kapolres Batu, Kajari Batu, Pabung Kodim 0818, Sekretaris Daerah, Kadinkes, Kadiskominfo serta BPBD Kota Batu.

Baca Juga :  Terobosan Jemput Bola UMKM Lewat SIP BANGET

Menko Bidang Perekonomian menjelaskan pentingnya tracing dan testing di beberapa wilayah yang meningkat seperti Kabupaten Bangkalan, Kudus dan DKI Jakarta. “Trennya perlu dikendalikan, agar tidak menggangu pemulihan ekonomi. PPKM mikro diperpanjang dan dilakukan evaluasi,” tegasnya.

Sementara, Mendagri menekankan tentang kampanye memakai masker. “Termasuk penegakan hukum wajib terus dilakukan, termasuk denda,” ucapnya.

Selain itu, Menteri Keuangan, berharap pengadaan vaksin bisa memenuhi target, satu juta vaksin perhari pada bulan Juli 2021. Panglima TNI mengatakan, pihaknya telah melaksanakan penyebaran di 18 provinsi. Apabila bertambah zona merah, akan dilakukan penebalan pada wilayah kabupaten/kota tersebut.

Baca Juga :  Dari Sentra Kuliner Sampai Pasar Hewan Kota Malang, Kian Merana

Membahas pembelajaran tatap muka, Menteri Pendidikan menjelaskan setelah pelaksanaan vaksin, pemerintah daerah wajib menyediakan pertemuan tatap muka terbatas dan jarak jauh.

Namun, apabila satuan pendidikan dalam wilayah zona merah, maka pendidikan dilaksanakan dengan metode jarak jauh, tanpa tatap muka terbatas.

 

 

Pewarta : Wildan Agta
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait