Kasus Dugaan Pemalsuan Gelar Bakal Calon Bupati, Masuki Persidangan Pertama | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Pemalsuan Gelar Bakal Calon Bupati
Foto : Supadi (Rompi Orange) bersama petugas PN Kab Kediri
BERITA STRAIGHT NEWS

Kasus Dugaan Pemalsuan Gelar Bakal Calon Bupati, Masuki Persidangan Pertama

SATUKANAL, KEDIRI – Kasus dugaan pemalsuan gelar akademik yang menyeret Supadi Kepala Desa Tarokan Kabupaten Kediri yang juga bakal calon bupati itu memasuki masa persidangan pertama.

Sidang digelar di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri yang ada di Jalan Pamenang, kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Kamis (19/3/2020).

Guntur Pambudi Wijaya menjadi Hakim Ketua pada sidang perdana hari ini, sedang dakwaan dibaca oleh langsung oleh Tomy Marwanto sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh JPU Tomy, pada tanggal 27 Agustus 2019 bertepatan di Kantor Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan Supadi tanpa hak menggunakan gelar akademik, gelar vokasi dan gelar profesi.

“Bahwa saksi Bambang Suhartono, sedang mengurus surat keterangan tidak pernah menjadi kepala desa selama tiga kali,” terang Tomy.

Bambang mengetahui, jika Supadi tidak pernah menempuh pendidikan formal di perguruan tinggi. Sehingga Bambang merasa, jika Supadi tidak berhak mencantumkan gelar Sarjana Ekonomi (SE) di belakang nama.

Selain surat pemberitahuan tersebut, gelar SE juga tercantum pada dua akta kuasa untuk menjual di hadapan notaris Eko Sunu Jatmiko.

“Bahwa terdakwa Supadi, telah mengetahui dengan menggunakan singkatan SES di belakang nama dalam setiap produk administrasi laporan Desa Tarokan yaitu Supadi SE Sejak tahun 2014 sampai 2019,” imbuhnya.

Dalam sidang perdana hari ini, Prayogo Laksono, penasehat hukum bakal calon bupati Kediri itu tidak mengajukan keberatan saat pembacaan dakwaan.

Pemalsuan Gelar Bakal Calon Bupati

“Kami mengambil sikap untuk tidak mengajukan eksepsi, karena kami ingin segera membuktikan bahwa apa yang menjadi bukti jaksa penuntut umum. Kita akan mengimbangi bahwa kita mempunyai bukti-bukti yang lain termasuk saksi yang akan kita bawa di persidangan berikutnya,” jelas Prayogo kepada awak media, Kamis (19/3/2020) sore.

Prayogo menampik jika dirinya tidak mempunyai jawaban atas dakwaan yang dilakukan JPU dalam persidangan hari ini.

“Pada hari ini kita memang tidak mengajukan keberatan karena memang kita inginnya langsung ke pembuktian,” katanya.

Prayogo juga menuturkan pihaknya akan mendatangkan saksi, dan saksi ahli di agenda persidangan selanjutnya untuk menjawab dakwaan yang telah dibacakan JPU.

“Untuk saksi nanti berapa kita melihat dulu nanti dari jaksa penuntut umum, untuk saat ini belum bisa kita buka hari ini, kemungkinan besar kita akan mengajukan saksi ahli juga. Untuk saksi ahli dari mana itu masih belum bisa kita buka juga.” pungkasnya

Pewarta: Muchlis Ubaidhillah

Redaktur: N Ratri

Kanal Terkait