Kasus Covid-19 Naik, PPKM Jawa-Bali Bakal Diperpanjang di Sebagian Wilayah - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kasus Covid-19 Naik, PPKM Jawa-Bali Bakal Diperpanjang di Sebagian Wilayah
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Kasus Covid-19 Naik, PPKM Jawa-Bali Bakal Diperpanjang di Sebagian Wilayah

SATUKANAL.com, NASIONAL– Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Bali akan diperpanjang. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Syafrizal melalui Surat Edaran Nomor 903/145/SJ.

Syafrizal menyebut jika saat ini memang ada beberapa provinsi prioritas sebagai monitoring terutama provinsi-provinsi yang berwarna merah atau kategori tinggi. “Hasil Rapat kabinet Terbatas kemarin sore, akan diperpanjang untuk 2 minggu ke depan setelah tanggal 25 Januari. Akan diperpanjang 2 minggu ke depan,” ungkap Syafrizal dilansir dari CNN Indonesia.

Menurut Syafrizal, perpanjangan PPKM dilakukan karena adanya penambahan kasus positif covid-19 yang signifikan. Harapannya dengan perpanjangan PPKM ini dapat menekan lonjakan kasus covid-19 di Indonesia.

Ia juga menambahan bahwa beberapa daerah yang menunjukkan indikasi positivity rate tinggi serta daerah-daerah yang memberlakukan PPKM agar melakukan perbaikan dalam penanganan kesehatan. Sehingga sejumlah indikator seperti kematian dan kasus aktif bisa diturunkan.

Baca Juga :  Gelaja Varian Baru Covid Menurut WHO

“Daerah-daerah juga diharapkan bisa menaikkan beberapa indikator seperti kesembuhan dan tingkat keterisian rumah sakit untuk isolasi dan ICU,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Syafrizal mengungkapkan jika PPKM sementara diberlakukan untuk beberapa daerah di Jawa-Bali. Meski demikian, ia juga meminta agar daerah lain tetap berupaya maksimal menekan laju kasus covid-19. “Kepada daerah-daerah, sesuai Surat Edaran Mendagri, untuk melakukan hal-hal, perbaikan-perbaikan, improve di dalam penanganan kesehata,” ujarnya.

Adapun indikator penerapan PPKM antara lain:

  • Tingkat kematian daerah tersebut di atas rata-rata tingkat kematian nasional atau tingkat kematiannya di atas 3%
  • Tingkat kesembuhan di bawah rata-rata kesembuhan nasional atau 82%
  • Tingkat kasus aktif di atas rata-rata tingkat kasus aktif nasional
  • Tingkat keterisian rumah sakit (BOR) untuk ICU dan isolasi di atas 70%

Senada dengan hal tersebut, Rabu (21/01/2021) Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartanto menyampaikan bahwa Pemerintah secara resmi memutuskan untuk memperpanjang PPKM selama dua pekan. PPKM tahap pertama berakhir 25 Januari 2021.

Baca Juga :  Aturan Baru Polri, SIM C Bakal Digolongkan Jadi SIM C1 dan C2

Pada tahap pertama, Pemerintah telah memberlakukan PPKM di 7 provinsi (DKI Jakarta, Banten, Jawa barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur dan Bali) meliputi 77 kabupaten/kota. Menurut Airlangga, secara nasional ada 29 kabupaten/kota masih berisiko tinggi, 41 kabupaten/kota risiko sedang dan 3 kabupaten/kota risiko rendah.

“Dari 7 Provinsi terlihat masih ada peningkatan di 5 provinsi dan yang mengalami penurunan yaitu Banten dan Yogyakarta. Sehingga PPKM perlu diberlakukan lagi,” ujarnya dikutip dari cnbcindonesia.com.

Sebagai informasi, sampai dengan Rabu (20/01) total kasus positif covid-19 di Indonesia mencapai 939.948 orang. Dari jumlah tersebut, tingkat kesembuhan 81,2%, tingkat kematian 2,9 % dan positivity rate 16,6 %.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait