SATUKANAL.COM
Resepsi Pernikahan
Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana. (Foto: Isnatul Chasanah)
BERITA HIGHLIGHT ISU PILIHAN

Kapolresta Kediri: Resepsi Pernikahan Dibagi Beberapa Sesi

SATUKANAL, KEDIRI – Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana tidak melarang adanya resepsi pernikahan yang digelar di tengah wabah pandemi virus Corona. Hal ini disampaikan Miko, lantaran mempertimbangkan dampak sosial pemilik hajat.

“Andaikata, sudah menabung Rp 20 juta untuk pernikahan sejak jauh-jauh hari, akan mengundang 100 orang, lalu dilarang, kita pertimbangkan dampak sosial itu, bagaimana rasanya,” ujar Miko saat menghadiri deklarasi komitmen rumah sakit dalam menghadapi Corona di Ruang Joyoboyo Kantor Bupati Kediri, Senin (23/3/2020).

Namun demikian, imbuh Miko, ia tetap akan memberlakukan protokol yang harus diikuti. Misalnya, dengan mengimbau masyarakat agar membatasi segala kegiatan dengan jumlah massa cukup banyak.

Sehingga, ia meminta tamu resepsi pernikahan bisa dibagi dalam beberapa sesi.

Baca Juga :  Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Berikan Wawasan Peternak Ikan Cupang

“Kalau ada 100 tamu, dibagi beberapa sesi. Misal satu sesi 20 orang, dalam beberapa sesi,” imbau Miko.

Hal tersebut dilakukan, agar bisa mengidentifikasi dan melakukan pengecekan pada tamu-tamu yang datang. Jika ada pasien yang menunjukkan gejala sakit, pengecekan bisa lebih mudah dilakukan pada tamu-tamu yang bersamaan jam hadir.

Selain itu, baik Polresta Kediri maupun Polres Kediri terus melakukan patroli untuk meninjau titik-titik kerumunan massa. “Salah satu cara yang bisa memutus rantai persebaran corona saat ini, adalah berdiam diri di rumah,” ujar Miko.

Di perbatasan kota, Miko juga terus melakukan pengawasan. Bila didapati rombongan yang datang dari wilayah lain dalam jumlah banyak, ia akan memintanya kembali jika bukan kegiatan mutlak emergensi yang akan dilakukan.

Baca Juga :  Pokdakan Desa Putih Sukses Terapkan Sistem Mina Padi

Namun, pihaknya tidak bisa melarang jika ada keluarga dari wilayah lain yang merasa Kediri merupakan wilayah yang aman untuk berdiam di rumah dan menerapkan social distancing, ia tak bisa melarang. “Kami akan antar ke Dinas Kesehatan dulu untuk diperiksa, untuk kemudian tetap dalam pantauan,” pungkasnya.

Sejauh ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri terus melakukan pengecekan data mutakhir yang dihimpun mulai dari tingkat RT. “ODP (Orang dalam Pantauan), kami himpun datanya dari puskesmas dan RT,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Bambang Triono Putro.

Pewarta: Isnatul Chasanah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait