Kampus di Malang Bakal Buka Juli 2021 - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kampus di Malang Bakal Buka Juli 2021
Foto:LP3i
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Kampus di Malang Bakal Buka Juli 2021

SATUKANAL.com, MALANG– Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyatakan kampus atau perguruan tinggi diizinkan buka pada bulan Juli 2021, setelah proses vaksinasi Covid-19 terhadap mahasiswa dan dosen dinyatakan selesai.

Perihal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyambut baik atas ketentuan itu. Lantaran, pembukaan proses perkuliahan tatap muka ini dapat membantu pertumbuhan ekonomi di daerah. Meski begitu, Sutiaji selaku Wali Kota Malang menghimbau agar tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kalau memang perkuliahan mulai dibuka. Harus tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat,” terang Sutiaji pada Rabu (10,13/2021).

Sutiaji menyampaikan bahwa skema penerapan protokol kesehatan tidak jauh berbeda dengan proses belajar tatap  muka yang telah diterapkan sebelumnya. Seperti, penyediaan thermogun, wajib bermasker dan cuci tangan dengan sabun.

Baca Juga :  HUT Kota Malang, Sejumlah Mantan Wali Kota Hadir Kenakan Pakaian Khas Malangan

Selain itu juga perlu adanya penjadwalan sesi perkuliahan, sehingga adanya pembatasan kerumunan dan jarak yang tetap diperhatikan. “Protokol kesehatan Covid-19 harus itu SOP-nya, Dan kami berharap bulan Juli 2021 nanti mudah-mudahan Covid-19 sudah nggak kerasan lah,” ujar Sutiaji.

Menurutnya, terkait otoritas perkuliahan bukan menjadi wilayah Pemkot Malang sepenuhnya. Namun, pihaknya merasa bahwa dengan dibukanya perkuliahan tatap muka dinilai dapat menunjang pertumbuhan perekonomian di Kota Malang.

Ia menyebut, pihaknya bersama Dinkes telah menekankan, jika sebelum dibuka akan ada simulasi terlebih dahulu seperti sekolah. “Ada rencana akan dilakukan bulan Juli. Namun, akan kami lihat lagi. Dalam waktu dekat, juga akan dilakukan simulasi lagi,” terang Sutiaji.

Baca Juga :  Terbanyak di Indonesia, UB Terima 4.446 Mahasiswa Dari Jalur SNMPTN

Sementara itu, serangkaian perencanaan ini harus disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat. Sehingga masing-masing penyelenggara juga harus menyiapkan protokol kesehatan secara ketat dan sesuai dengan penerapan 6M.

“Itupun diperkenankan, dengan didasari bahwa setiap perguruan tinggi memang dinilai sudah benar-benar siap utuk menjalankan semua protokol kesehatan dan semua aturan yang diberlakukan,” kata Sutiaji.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

 

 

Kanal Terkait