Kampung Tematik Malang Mati Suri, Begini Penjelasan Pokdarwis - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kampung Tematik Malang Mati Suri, Begini Penjelasan Pokdarwis
ilustrasi Kampung Tematik Kota Malang (Foto: Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Kampung Tematik Malang Mati Suri, Begini Penjelasan Pokdarwis

Satukanal.com, Malang – Pariwisata menjadi sektor yang paling terseok-seok akibat pandemi Covid-19. Hal inilah yang juga membuat beberapa kampung tematik di Kota Malang terkesan mati suri, akibat makin merosotnya jumlah pengunjung disana.

Menanggapi hal itu Isa Wahyudi, Ketua Kelompoknya Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang menyebut, perlu adanya inovasi kreatif dari kampung kampung tematik yang ada di Kota Malang.

“Saya kira kampung tematik di Kota Malang ini yang masih aktif berkegiatan ya kampung yang basisnya produksi. Tapi kebanyakan memang kampung tematik ini kan berbasis wisata tentunya butuh kreativitas dari kampung itu sendiri untuk menarik pengunjung,” ujar pria yang akrab disapa Ki Demang itu.

Saat ini terdapat total 20 kampung tematik yang tercatat di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang. Namun sayangnya dari total kampung tersebut hanya ada 10 kampung saja yang masih aktif hingga kini.

Baca Juga :  Bosan Kala PPKM, Budidaya Ikan Jadi Pilihan

Bahkan Ki Demang mengungkapkan ada 6 kampung yang benar mati suri karena tidak ada kegiatan kampung sama sekali. Faktornya pun beragam, mulai dari ketidakmampuan kampung membuat event hingga bentuk fisik dari wisata kampung yang belum berupa.

“Jadi ada beberapa kampung yang desainnya sudah ada dan didaftarkan ke dinas, namun belum ada rupa dan kegiatannya. Tapi sudah ada Pokdarwis nya,” imbuhnya pada Satukanal.com.

Pria yang juga merupakan Ketua Pokdarwis Kampung Budaya Polowijen itu menjelaskan, saat ini donatur dan CSR merupakan tumpuan utama bagi kampung-kampung tematik yang ada.

Bukan tanpa alasan, pasalnya suntikan dana dari Pemerintah Kota Malang belum bisa mengcover segala bentuk kegiatan maupun pengembangan kampung tematik itu sendiri.

Baca Juga :  Yuk, Dimanfaatkan! Penutupan Pendaftaran CPNS di Jombang Diundur

“Kalau tidak ada CSR ataupun donatur ya kampung itu harus punya sesuatu yang dikomersilkan untuk pembiayaan. Akan tetapi kembali lagi kondisinya pandemi begini, yang kreativitasnya yang digali,” terangnya.

Ki Demang menuturkan, salah satu support lain bagi kampung tematik adalah kerjasama dengan perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa dapat membantu dalam pengembangan kampung tematik dari segi kreatifitas.

Tentunya hal ini bisa menjadi solusi ditengah terseok-seok nya kampung tematik akibat pandemi yang belum berakhir hingga kini.

“Jadi harapannya untuk kampung tematik terbuka ketika ada dari perguruan tinggi yang mau kerjasama. Misalnya mahasiswa kunjungan atau KKN disana, karena itu bisa jadi solusi juga,” pungkas Ki Demang.

Pewarta : Chosa Setya Ayu Widodo
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait