Kampung Budaya Polowijen Digelar Secara Virtual Akibat Covid-19 | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kampung Budaya
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Kampung Budaya Polowijen Digelar Secara Virtual Akibat Covid-19

SATUKANAL.com, MALANG– Bertepatan dengan hari jadi Polowijen ke-1076, Minggu (01/11/2020), Kampung Budaya Polowijen (KBP) menggelar Festival Panawijen Jaman Mbiyen III di Kelurahan Polowijen, Kota Malang. Acara ini merupakan agenda rutin yang masuk dalam event wisata Kota Malang selama 3 tahun berturut-turut. Hanya saja selama masa pandemi covid-19 ini, acara dikemas lebih sederhana dari tahun biasanya.

Menurut Ki Demang Penggagas Kampung Budaya Polowijen, selama masa covid-19 ini seniman di KBP tetap produktif mengikuti latihan peningkatan SDM, latihan menari, berkarya membuat topeng dan batik.

“Harapannya adanya event ini menjadi informasi dan penanda KBP bisa dikunjungi kembali untuk studi, penelitian dan wisata budaya. Tentu dengan separuh kapasitas dari biasanya menggunakan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Kampung Budaya Polowijen (KBP) yang berlokasi di Jalan Cakalang RW 3 Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing Kota Malang ini menunjukkan kekhasan potensi lokal di Polowijen mulai dari seni, tradisi, ritus, adat istiadat, permainan tradisional, kerajinan, masakan tradisional yang semua masih ada di Polowijen. KBP juga akan menambahkan wisata edukasi budaya tentang ritus, adat istiadat, makan tradisional dan pakaian tradisional. Selain itu, event ini juga mengundang Komunitas Sanggul Kebaya Mbois Malang yang turut serta memberikan materi tutorial tentang ageman busana Jawa oleh Wiwin ferawati.

Baca Juga :  KIM Award 2020 Kota Malang, Cegah Disinformasi Antara Masyarakat Dan Pemerintah

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara Festival Panawijen Djaman Biyen III ini diselenggarakan secara virtual yang disiarkan melalui saluran IG TV dan Live Streaming Youtube akun Kampung Budaya Polowijen. Meskipun begitu, antusiasme ratusan pengunjung tetap memadati Kampung Budaya Polowijen. Mereka datang dari berbagai elemen dan komunitas seperti Sepuluh Duta Budaya dan Museum Kota Malang, Perwakilan Kakang Mbaku Cilik Kota Malang, Perwakilan Pokdarwis kampung tematik Se-Kota Malang, Belasan mahasiswa Diploma pariwisata Unmer, Komunitas Sanggul Kebaya Mbois Malang, Rombongan Padepokan Seni Mangun Dharmo, Seniman Budaywan Malang serta perangkat RT RW dari Kelurahan Polowijen. Mereka hadir dan turut serta menari bersama memeriahkan Festival tersebut.

Baca Juga :  Hari Ini, Bioskop Di Kota Malang Diizinkan Beroperasi Kembali

Menariknya, acara ini juga mendatangkan penyanyi viral Yudi Praya dan Aira yang merupakan penyanyi dangdut Koplo Sak Celupan. Keduanya bernyanyi dan berjoget diiringi dengan musik angklung untuk memeriahkan acara. Sebelumnya, acara ini diisi dengan ragam macam tari-tarian tradisional dan Tari Topeng Malang dari penari KBP. Di penghujung acara, semua warga, penari, pengunjung menari secara bersama-sama dan dibuat lelah karena menari 5 tarian topeng bersama-sama.

 

Pewarta : Adinda A.I.U.
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait