Kabupaten Malang Sematkan Jargon "Gempur Rokok Ilegal" - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kabupaten Malang Sematkan Jargon "Gempur Rokok Ilegal"
Suasana yang tampak di sosialisasi ketentuan di bidang cukai (Foto: Humas Pemkab Malang/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Highlight Kanal Straight

Kabupaten Malang Sematkan Jargon “Gempur Rokok Ilegal”

Satukanal.com, Malang Maraknya rokok ilegal di Kabupaten Malang membuat pemerintah selalu mencari solusi guna mengatasinya. Meski begitu, masih banyak rokok ilegal yang tersebar di masyarakat.

Sebagai wujud komitmen dalam memberantas peredaran rokok ilegal, Bupati Malang, Sanusi membuka kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai yang diselenggarakan di Hotel Savana Malang, Jumat (18/6/2021).

Muncul dengan jargon “Gempur Rokok Ilegal”, yang digalakkan Dinas Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai. Kegiatan yang bersifat mengedukasi ini diikuti kurang lebih 100 orang yang terdiri dari Asosiasi Petani Tembakau, RT/RW atau Aparat Kecamatan dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kecamatan Tirtoyudo.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan terima kasih khususnya kepada Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Kabupaten Malang, serta semua pihak yang telah berpartisipasi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat utamanya untuk menurunkan pelanggaran cukai di wilayah Kabupaten Malang khususnya di Kecamatan Tirtoyudo,” ujar Sanusi mengawali sambutannya.

Baca Juga :  Kota Malang Tancap Gas Vaksinasi Massal

Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) adalah dana transfer dari pusat ke Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) penghasil cukai tembakau, dengan persentase yang telah ditentukan dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 206/PMK.07/2020. Tentang Penggunaan, Pemantauan, dan Evaluasi DBHCHT.

“Jadi semakin besar hasil cukai tembakau yang dipungut suatu daerah maka alokasi DBHCHT yang diterima juga akan lebih besar. Mari kita perkuat komitmen untuk membentuk kesadaran kolektif dan ikut memberikan kontribusi atau sumbangsih terbaik bagi negara. Dengan tidak menggunakan, memakai, memproduksi, menyimpan, mengedarkan dan memperjual-belikan barang tanpa cukai atau rokok ilegal,” pesan Bupati Malang.

Baca Juga :  Tarik Sumbangan saat Masa Pandemi, Sekolah Negeri di Banyuwangi Jadi Sorotan

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Malang, Latief Helmi merasa bangga karena telah diberikan kesempatan untuk memberikan edukasi bagi masyarakat khususnya wilayah Kecamatan Tirtoyudo.

“Sebuah kesempatan bagi saya untuk bersilaturahmi dengan bapak ibu sekalian. Kegiatan ini menggunakan DBHCHT, karena ada dana yang dialokasikan secara nasional 2 persen dari APBN,” ungkapnya.

Pewarta : Wildan Agta
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait