Kabupaten Malang Perketat Prokes dan Waspadai Dua Klaster, Usai Masuk Zona Oranye | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Kabupaten Malang Perketat Prokes dan Waspadai Dua Klaster, Usai Masuk Zona Oranye
BERITA COVID-19 HIGHLIGHT KABUPATEN MALANG STRAIGHT NEWS

Kabupaten Malang Perketat Prokes dan Waspadai Dua Klaster, Usai Masuk Zona Oranye

Satukanal.com, Malang Kabupaten Malang masuk dalam zona oranye. Hal itu disebabkan karena jumlah korban Positif Covid-19 yang terus mengalami peningkatan. Status zona oranye pada Kabupaten Malang ini didasarkan pada data dari pihak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Status zona oranye menjelaskan bahwa, di kawasan Kabupaten Malang memiliki tingkat penyebaran Covid-19 dengan posisi resiko sedang.

Letkol (Inf) Yusub Dody Sandra selaku Dandim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu yang sekaligus menjabat sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) Covid-19 Kabupaten Malang, menjelaskan bahwa, Kabupaten Malang yang kini masuk pada zona oranye. Sehingga, masyarakat sekitar dihimbau untuk tertib menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Protokol kesehatan Covid-19 tersebut dengan melakukan upaya 4M antara lain, memakai masker ketika diluar rumah, menjaga jarak, menghindari adanya kerumunan serta rajin untuk mencuci tangan dengan sabun serta air menggalir.

Dansatgas Covid-19 Kabupaten Malang menjelaskan bahwa, “Kita tetap jaga jangan sampai naik ke zona merah. Alhamdulillah di Kabupaten Malang nggak pernah merah, kita pertahankan,” Ujarnya.

Baca Juga :  Antisipasi Keramaian, Polresta Kediri Kerahkan Tim Urai di Perbelanjaan dan Pariwisata

Dengan adanya peningkatan kasus pandemi Covid-19 di Kabupaten Malang, Yusub Dody Sandra menjelaskan bahwa, tingkat penyebaran tertinggi berada pada klaster perkantoran dan klaster keluarga.

Sehingga, Yusub Dody Sandra menghimbau agar protokol kesehatan Covid-19 tetap tertib di jalankan meskipun sedang berada di dalam rumah. “Tapi kembali lagi ke diri kita, kalau nggak melaksanakan prokes dengan baik, akan menularkan ke keluarga kita,” Ungkapnya.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak membuat acara yang mengundang keramaian seperti, acara hajatan. Kalaupun acara hajatan tersebut harus dilakukan maka wajib untuk melakukan pembatasan undangan serta mewajibkan para undangan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Penerapan protokol kesehatan harus dengan cara yang humanis, jangan sampai menyinggung perasaan” Ujar Yusub Dody. Penindakan dengan cara humanis dilakukan agar tidak menyinggung perasaan seseorang sehingga tidak menimbulkan konflik.

Baca Juga :  Mall, Karaoke, dan Hiburan Malam di Tutup. Malam Pergantian Tahun Tak Boleh Ada Perayaan

Yusuf juga menyampaikan agar masyarakat meminimalisir kegiatan di luar rumah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat dilakukan dengan mudah seperti, memanfaatkan aplikasi online. Hal tersebut bertujuan agar menghindari kontak langsung dengan orang lain maupun dengan beberapa fasilitas umum.

Agar Covid-19 tidak menyebar melalui klaster keluarga. Yusub Dody menghimbau pada seluruh masyarakat ketika usai berpergian keluar rumah, agar melakukan aktivitas bersih-bersih atau mandi terlebih dahulu.

“kalau pulang ke rumah jangan langsung ketemu sama anak istri, harus mandi dulu, ganti pakaian baru bisa bergabung dengan keluarga,” Ujarnya.

Satgas Covid-19  yang ada pada beberapa wilayak nantinya akan terus dimasifkan. Hal itu dilakukan guna memperketat penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Sehingga, pasien positif Covid-19 tidak mengalami peningkatan kembali.

 

 

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait