Kabupaten Kediri Jadi Tuan Rumah Lawatan Sejarah Jatim 2020 | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
images-960x640
Simpang Lima Gumul Kediri. Foto: dolenku.blogspot.com
HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Kabupaten Kediri Jadi Tuan Rumah Lawatan Sejarah Jatim 2020

SATUKANAL,  KEDIRI – Kabupaten Kediri bakal jadi tuan rumah Lawatan Sejarah tingkat provinsi Jawa Timur pada 2020. Di Lawatan Sejarah tersebut, perwakilan tiap kabupaten/ kota se-Jawa Timur akan mengirimkan perwakilan ke Kabupaten Kediri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Sejarah Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko saat ditemui Satukanal.com di Candi Tegowangi.

Delegasi tiap kabupaten/ kota tersebut akan diajak berkeliling ke beberapa situs budaya yang ditunjuk oleh panitia. Setelah itu, mereka diminta menulis dan menceritakan hasil lawatan tersebut dan akan dinilai oleh panitia.

Sebagai tuan rumah, Disparbud tengah melaksanakan sejumlah persiapan. Di antara persiapan tersebut, pada Kamis hingga Sabut (26 – 28/12) mendatang, Disparbud akan memberikan edukasi cagar budaya pada generasi milenial.

Baca Juga :  Polresta Kediri, Pastikan Tidak Ada Arak-Arakan Natal dan Tahun Baru 2021

Delegasi  240 siswa SMA/SMK se-Kabupaten Kediri akan mengikuti edukasi cagar budaya di empat tempat. Yakni di Situs Lungsem Puhsarang  dan cerobong asap tertinggi se-Jawa di Kecamatan Kras (26/12), Candi Tegowangi dan sisa bangunan stasiun Pare dan rumah sakit HVA Toeloengredjo Pare (27/12).

Di hari terakhir (28/12), peserta akan dikumpulkan di basement Simpang Lima Gumul (SLG) untuk mempresentasikan hasil edukasi dua hari sebelumnya. Disparbud akan memilih kelompok dari edukasi cagar budaya tersebut yang akan mewakili Kabupaten Kediri di Lawatan Sejarah Jatim 2020.

Selain siswa, Disparbud juga akan memberi pembinaan pada pedagang kaki lima yang banyak di sekitar situs. “Kalau wisatawan tanya dan pedagang tak bisa menjawab, kan akan malu,” ujar Yuli.

Baca Juga :  Gabungan Kepolisian, Lakukan Sterilisasi Anti Teror di 8 Gereja Kota Kediri

Saat ini, Yuli menyebut wisata budaya sedang naik daun. Wisata ini diminati oleh turis mancanegara maupun turis domestik. Untuk itu, Disparbud melibatkan anak sekolah dan generasi milenial sebagai duta budaya.

“Karena merekalah penopang bila nanti ada turis asing maupun lokal yang akan datang ke sini, mereka bisa menjelaskan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Kediri memiliki banyak situs budaya dan sejarah selain destinasi wisata alam. Sebagai kerajaan yang pernah berjaya di masanya, situs ini tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Kediri.

Kepala Disparbud Kabupaten Kediri Adi Suwignyo juga mengatakan jumlah wisatawan di Kabupaten Kediri meningkat hingga 1,6 juta pengunjung pada 2019. (adv)

Pewarta: Isnatul Chasanah

Redaktur: N Ratri

    Kanal Terkait