Kabupaten Jombang Level Tiga Covid-19, Aktivitas Ekonomi Tutup - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Imbas PPKM di Malang, Pedagang Makanan Merugi
Pedagang kaki lima yang berada di Kabupaten Jombang (Foto: Anggit Puji Widodo/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Kabupaten Jombang Level Tiga Covid-19, Aktivitas Ekonomi Tutup

Satukanal.com, Jombang –  Pemerintah Pusat kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali. Kebijakan tersebut akan berlaku pada tanggal 3 -20 Juli 2021 mendatang.

Untuk area Jawa Timur (Jatim), Kabupaten Jombang jadi salah satu kota/kabupaten yang masuk dalam kawasan pemberlakuan PPKM Darurat ini. Hal tersebut terjadi, karena Kota Beriman ini masuk assesment tiga dengan tingkat penyebaran Covid-19 masif.

Sekertaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Jombang, Achmad Jazuli mengatakan, pemberlakuan PPKM di Jombang, nantinya tidak jauh berbeda dengan kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Pusat.

“Kabupaten Jombang kita diminta untuk menerapkan PPKM sesuai anjuran pemerintah,” ucapnya saat dikonfimasi wartawan pada Sabtu (03/07/2021).

Dalam aturan pemerintah, ada 11 kegiatan yang akan berdampak pada pemberlakuan PPKM Darurat. Beberapa sektor akan terdampak dari pemberlakuan kebijakan ini. Diantaranya, pusat perbelanjaan, fasilitas umum, tempat ibadah, dan kegiatan seni budaya masyarakat akan ditutup.

“Beberapa aktivitas memang akan ditutup sesuai draft dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  9.998 Keluarga Bakal Terima Bantuan Sosial Tunai

Sektor lainnya meliputi pertama adalah Work From Home (WFH) 100 persen bagi sektor non esensial. Kedua, kegiatan belajar mengajar secara online atau daring.

Ketiga, untuk sektor esensial diberlakukan 50 persen maksimum staf Work from Office (WFO) dengan prokes ketat dan untuk sektor critical diperbolehkan 100 persen maksimum staf Work from Office (WFO) dengan prokes ketat.

“Sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina, serta industri orientasi ekspor” terangnya.

Sementara untuk sektor critical adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, Petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Kebijakan ini juga berdampak pada proses pembelajaran, dimana para siswa dan lembaga sekolah kembali menerapkan pembelajaran daring atau online. Penyelenggaraan resepsi pernikahan juga dibatasi, maksimal 30 orang dengan makanan yang disajikan pada wadah tertutup.

Baca Juga :  Usaha Sewa Lapangan Futsal Sepi Peminat Karena Pandemi, Pemasukan Drop

“Berlaku juga untuk transportasi umum. Kapasitas maksimal 70 persen,” tandasnya.

Untuk supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 WIB waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

“Kegiatan pada pusat perbelanjaan, mall, dan pusat perdagangan ditutup, pelaksanaan kegiatan makan atau minum di tempat umum seperti warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan yang berada pada lokasi sendiri atau yang ada di pusat perbelanjaan atau mall hanya boleh menerima delivery atau take away dan tidak menerima makan di tempat,” pungkasnya.

Jika aktivitas dagang dibatasi, beda halnya dengan pelaksanaan kegiatan konstruksi dimana lokasi proyek bisa beroperasi 100 persen dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

 

 

Pewarta : Anggit Puji Widodo
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait