Jombang PPKM Level 1, Beberapa Sektor Diizinkan Secara Bersyarat - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Jombang PPKM Level 1, Beberapa Sektor Diizinkan Secara Bersyarat
Para santri yang sedang belajar disaat penerapan PPKM (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Jombang PPKM Level 1, Beberapa Sektor Diizinkan Secara Bersyarat

Satukanal.com, Jombang – Meskipun Kabupaten Jombang sudah berstatus PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 1, Satgas (Satuan Gugus Tugas) Covid-19 tetap mengimbau masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan (Prokes).

Hal tersebut disampaikan oleh Jubir (Juru Bicara) Satgas Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno. Ia menyebut status PPKM Jombang berada di level 1. Itu semua bisa dipastikan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 60 tahun 2021 tertanggal 16 November 2021.

“Selain Jombang, terdapat empat daerah di Jawa Timur yang sudah berstatus level 1 yakni Kota Surabaya, Kota Blitar, Kota Pasuruan dan Kabupaten Lamongan. Daerah lainnya berstatus level 2 dan level 3,” ucapnya pada Rabu (17/11/2021).

Ia menambahkan, dalam mencapai Level 1 di suatu daerah berpedoman pada indikator, diantaranya penyesuaian upaya kesehatan masyarakat, pembatasan sosial dan penanggulangan Covid-19. “Juga indikator capaian vaksinasi lansia 60 persen,” ujarnya.

Lebih rinci, dikutip dari salinan Inmendagri, bahwa sebanyak 26 kabupaten/kota di Jawa-Bali masuk dalam kategori PPKM level 1. Sejumlah aturan yang berlaku pada PPKM yang baru ini pun tidak terlalu banyak perubahan di dalamnya.

Baca Juga :  Bupati Jombang Minta Warga Ikut Andil Dalam Pemberantasan Rokok Ilegal

Seperti yang tertera dalam aturan, jika suatu daerah berada dalam area PPKM Level 1 maka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah masih dibatasi, dengan kapasitas 50 persen. Namun, pengecualian untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMALB, dan MALB dapat menggelar tatap muka maksimal 62 sampai 100 persen. Tentunya dengan menjaga jarak, dan maksimal lima peserta didik per kelas.

Kemudian, untuk tingkatan PAUD dapat dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 33 persen, maksimal lima murid per kelas. Lalu dalam perkantoran sektor non esensial diberlakukan 75 persen bekerja dari kantor atau work from office (WFO). Bagi pegawai yang sudah divaksin, wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

Sementara untuk kebutuhan hiburan masyarakat, pemerintah mengizinkan bioskop beroperasi, namun tetap membatasi pengunjung 70 persen dari kapasitas ruangan. Hanya pengunjung dengan kategori Hijau dan Kuning dalam aplikasi PeduliLindungi yang boleh masuk.

Sedangkan, bagi anak usia di bawah 12 tahun diizinkan masuk ke dalam bioskop dengan syarat didampingi orang tua. Restoran atau rumah makan dan kafe di dalam area bioskop juga sudah diizinkan menerima makan di tempat dengan kapasitas maksimal 75 persen dan waktu makan maksimal 60 menit.

Baca Juga :  Terima Bansos, 9 ASN di Kota Blitar Dikeluarkan Dari DTKS

Pemerintah juga mengizinkan kegiatan seni, budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen. Tak hanya itu, untuk tempat ibadah seperti masjid, musala, gereja, pura, vihara, dan klenteng serta tempat ibadah lainnya dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama PPKM Level 1 dengan maksimal 75 persen kapasitas dan disiplin protokol kesehatan.

Area publik, taman umum, tempat wisata juga diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 75 persen dengan mengikuti ketentuan yang ada, seperti wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Kemudian, anak usia di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk di tempat wisata, serta penerapan ganjil-genap di sepanjang jalan menuju dan dari lokasi tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 sampai dengan Minggu pukul 18.00 waktu setempat.

Selain itu, pemerintah juga mengizinkan pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 75 persen dari kapasitas ruangan.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

    Kanal Terkait