Jokowi Minta Perguruan Tinggi Tetap Ciptakan Inovasinya Dimasa Pandemi | SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
20200320_182943-ecc01f5a
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Jokowi Minta Perguruan Tinggi Tetap Ciptakan Inovasinya Dimasa Pandemi

SATUKANAL.com, NASIONAL – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan agar Perguruan tinggi dapat menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, Perguruan tinggi diharapkan tidak terjebak pada rutinitas dan diharapkan memiliki waktu, energi dan keberanian untuk menciptakan suatu perubahan dengan inovasi-inovasinya. Upayan ini dilakukan untuk memperbaiki ekosistem pendidikan nasional, yang ada di Perguruan tinggi.

Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, Perguruan tinggi diharapkan memiliki keberanian untuk membuka diri terhadap paradigma baru, guna memperbaiki pendidikan nasional. Jokowi pun memberikan target dan menentukan parameter untuk melakukan perubahan terhadap kampus, baik dari sisi kualitas dosen, kualitas kurikulum, hingga pengadaan penelitian dan melakukan upaya pengembangan kepada masyarakat.

Jokowi mengatakan, “Perguruan tinggi perlu merelaksasi kurikulum dari yang kaku menjadi fleksibel, membuka diri terhadap paradigma-paradigma baru, terhadap cara-cara yang lebih responsif dari mono menjadi multi, dari mono menjadi inter, bahkan transdisipliner, dari berorientasi theory building menjadi problem solving, bahkan impact making,”

Baca Juga :  Jokowi Meminta Libur Akhir Tahun Diperpendek

Kondisi pandemi Covid-19 yang memberikan segala dampak pada semua aspek kehidupan, justru harus digunakan untuk mencetak sumber daya manusia yang tangguh dan mencetak orang-orang yang mampu berpikir dan bertindak dengan baik. Hal tersebut guna mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan cepat akan perubahan kondisi suatu lingkungan, siap menghadapi segala kesulitan dan tantangan kedepannya.

Jokowi juga menyampaikan bahwa setiap perguruan tinggi harus mampu untuk mempersiapkan indikator performa kunci (key performance indicator) dosen, kebijakan penyusunan program perguruan tinggi, alokasi anggaran perguruan tinggi, kebijakan infrastruktur serta kebijakan oprasionalnya.

Penilaian kualitas dosen yang baik, yakni dosen yang memfasilitasi mahasiswa belajar kepada siapa saja dengan melalui media apa saja dan dapat dilakukan kapan saja. Sementara perguruan tinggi yang baik adalah perguruan tinggi yang membangun ekosistem merdeka belajar dan memanfaatkan materi dan media belajar yang terbuka luas. “Standar normalitas baru tersebut harus dirumuskan dalam berbagai kebijakan,” tegasnya.

Baca Juga :  Perguruan Tinggi Terbaik Di Indonesia Versi QS Asia University Rankings

Selanjutnya, Jokowi juga mendorong perguruan tinggi untuk berlomba-lomba agar inovasi digital bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. Misalnya, untuk pengembangan kemandirian pangan, kemandirian energi, dan pengembangan kewirausahaan serta UMKM di berbagai sektor.

“Perguruan tinggi harus bertransformasi menjadi lebih dinamis. Ciptakan terobosan, bangun iklim kompetitif untuk meningkatkan daya saing, jalin sinergi, jalin kolaborasi dengan BUMN dan dengan industri, matching fund, talent pool berbasis digital, dan model kerja sama lain untuk mengoptimalkan kemampuan, mendorong prestasi yang lebih baik,” ujarnya.

 

Pewarta : Naviska Rahmadani
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait