Jeruk Dekopan Asal Jepang yang Menjanjikan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Jeruk Dekopan Asal Jepang yang Menjanjikan
BERITA EKONOMI

Jeruk Dekopan Asal Jepang yang Menjanjikan

SATUKANAL.com, BATU – Mungkin belum banyak yang mengetahui jeruk unik bernama dekopan. Jeruk yang berasal dari Jepang ini dirilis tahun 2016 oleh Pemda Bandung dengan nama DN Sabilulungan. Namun, jeruk yang memiliki ciri khas mahkota di kepalanya ini masih belum banyak diketahui khalayak umum. Alasannya masih jarang petani yang Membudidayakan dan varietasnya yang termasuk masih baru.

“Dulu awal masuk ke Indonesia, kami ambil 300 pohon mata tempel dari Jepang. Lalu diperbanyak disini,” ucap Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropis (Balijestro), Harwanto hari ini (19/4). Jeruk unik ini memiliki ukuran yang besar. Bahkan untuk satu kilogramnya, hanya diisi oleh 3 buah jeruk dekopan saja. Kualitas buah yang baik dengan rasa manis sedikit masam, dinilai menjadi nilai plus tersendiri bagi jenis ini.

Keunikan lain dari buah ini adalah bisa berbuah sepanjang tahun. Metode bujangseta (buah berjenjang setiap tahun), sangat cocok digunakan untuknya. Dengan itu pohon akan bisa berbunga dan berbuah secara bersamaan sepanjang waktu.

Baca Juga :  Coban Putri Masih Sepi, Pengelola Rela Tekor

Benihnya pun sudah mulai disebar luaskan. Tapi, di Kota Batu sendiri hanya ada dua sampai tiga petani saja yang mulai mencoba membudidayakannya. Alasannya karena buah yang masih minim permintaan karena belum begitu dikenal.

“Buahnya kan masih baru. Maka dari itu belum banyak permintaan, kami harus menyesuaikan juga pada keinginan konsumen,” tambahnya.
Benih ilegal yang sering ditemui di petani sekitar juga jadi suatu hal yang ditekankannya.

Menurutnya, petani harus membeli benih berlabel untuk mendapatkan hasil maksimal. Hal tersebut lantaran benih legal sudah dipastikan bebas dari penyakit. Jika pohon sehat, maka produksi akan selalu konsisten. Sebaliknya, apabila pohon terserang banyak penyakit, maka hasil yang didapatkan tidak bisa maksimal.

Selain itu, alasan lainnya karena masa produktif benih berlabel lebih panjang dibandingkan benih abal-abal. Masa umur pohon dengan benih ilegal hanya bisa bertahan dalam kurun waktu 5 tahun. Tapi, benil berlabel bisa produktif hingga 20 tahun lamanya.
Itulah yang menjadi alasan tetap dilakukannya kampanye untuk penggunaan benih legal. Penjagaan kualitas dan varietas buah menjadi hal penting didalam pembudidayaan jeruk. Karena penurunan kualitas akan berpengaruh juga pada dampak ekonomi para petani.

Baca Juga :  Strategi Jemput Bola Vaksinasi Lansia

Ia berharap jeruk unik bukan dipergunakan sebagai kesenangan semata, namun juga bisa memiliki nilak ekonomi. Pemenuhan pengadaan jeruk menjadi impian guna menyokong swasembada pangan. Mengingat, pengadaan barang yang masih kurang dari petani lokal. Menyebabkan impor masih dilakukan hingga kini. “Buah ini sebenarnya juga memiliki segment pasar luas. Tapi baru beberapa saja yang bisa membaca peluang itu,” ungkapnya.

 

 

 

 

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait