SATUKANAL.COM
BERITA

Jembatan Jurang Mayit Tunggu Lelang, Target Selesai Tahum Ini

Jembatan Jurang Mayit yang terletak di koridor tengah jalur pantai selatan, tepatnya di Desa Srigonco-Balekambang, Kecamatan Bantur, siap untuk dilanjutkan pembangunan tahap akhirnya pada tahun 2019 ini.

Sebelumnya, sejak 2017 sampai 2018 lalu, proses jembatan baja Jurang Mayit ini telah merampungkan tahap pengerasan dan pengecoran di medan yang terkenal ekstrem tersebut. Sekaligus telah menyelesaikan beberapa trase jalan yang menghubungkan ke arah jembatan.

Kini, tahun 2019, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang menarget bisa merampungkan 100 persen pembangunan jembatan Jurang Mayit dengan anggaran sekitar Rp 30 miliar tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala DPUBM Kabupaten Malang Romdhoni. Dia mengatakan pihaknya memberikan target penyelesaian tuntas pada 2019.

“Target kami selesai tahun ini. Semoga nantinya proses lelang bisa segera selesai. Sehingga pembangunan jembatan bisa dimulai di pertengahan bulan April datang,” kata Romdhoni, Rabu (27/03/2019).

Baca Juga :  Kerjasama WCC Dian Mutiara dan Kelurahan Gadingkasri dalam Penyuluhan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

DPUBM Kabupaten Malang memang saat ini menunggu hasil lelang terkait kelanjutan terakhir pembangunan tersebut. Lelang terakhir ini bernilai sekitar Rp 5 miliar untuk penuntasan jurang yang bila telah terselesaikan akan membuat nyaman wisatawan yang akan mengunjungi destinasi wisata pantai selatan.

“Tahun ini rencananya (lelang) terakhir. Nilainya kurang lebih Rp 5 miliar. Semoga bisa lancar semuanya sehingga kalau April bisa dimulai kelanjutan pembangunan, maka Agustus fondasi terselesaikan semuanya,” urai Romdhoni.

Dari rencana pihak DPUBM Kabupaten Malang, bila seluruhnya berjalan sesuai target, saat fondasi jembatan selesai semua, tinggal menunggu rangka baja dari pemerintah pusat. Sehingga saat bantuan rangka baja datang, diperkirakan pertengahan tahun atau bisa juga akhir tahun 2019, bisa langsung dilakukan pemasangan. “Sehingga target kami tahun 2019 ini jembatan Jurang Mayit selesai,” ucap Romdhoni.

Sedangkan untuk trase jalan Srigonco-Balekambang, masih menurut pihak DPUBM Kabupaten Malang beberapa waktu lalu, telah dilakukan berbagai pendekatan dalam pembebasan lahan warga yang terkena dampak adanya peningkatan jalur jalan tersebut.
Irianto, kepala bidang (kabid) pembangunan DPUBM Kabupaten Malang, mengatakan, untuk jalan yang diidentifikasi sepanjang 3,6 kilometer yang berada di Sta 3+700, 6+50, 7+500 sampai Sta 9+300 telah teridentifikasi dan pemilik lahan pun menyambut baik proses tersebut.

Baca Juga :  WCC Dian Mutiara Lakukan Penyuluhan Penanganan Permasalahan Kekerasan Perempuan dan Anak

“Tahun ini kami target rencana pembebasan lahan warga dan lainnya bisa diselesaikan. Sehingga kami bisa melaksanakan pembangunan jalan pendukung wisata pantai selatan,” ujar Irianto kepada kami.

Proses pembangunan jalan Srigonco-Balekambang sangat berpengaruh terhadap kelanjutan jembatan Jurang Mayit. Sebab, adanya pembangunan jalan berupa pelebaran akan menopang jembatan baja yang juga dibangun di Jurang Mayit. “Jadi, saling melengkapi. Ini juga akan memperlancar arus transportasi wisata,” ucap Irianto.

Kanal Terkait