SATUKANAL.COM
Penilaian Kota Sehat
BERITA STRAIGHT NEWS

Jelang Penilaian Kota Sehat, Kota Malang Optimistis Pertahankan Predikat Tertinggi

Satukanal.com – Program Kota Sehat tingkat nasional kembali digelar. Kota Malang pun kembali mengikuti gelaran yang sudah bertahun-tahun dilaksanakan itu.  Kali ini, Kota Pendidikan optimistis akan kembali meraih dan mempertahankan predikat tertinggi kota sehat, yaitu Swasti Saba Wistara.

Bersama dengan tim Forum Malang Kota Sehat, Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto terjun langsung melihat kesiapan lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat penilaian. Monitoring dilakukan untuk melihat langsung aktivitas masyarakat dalam kesehariannya.

“Setelah dilihat, ternyata sudah siap untuk dinilai karena keseharian masyarakat memang seperti itu dan menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan,” katanya kepada kami usai meninjau kesiapan Kampung Topeng Desaku Menanti di Kecamatan Kedungkandang, Rabu (21/8/2019).

Wasto menjelaskan, ada 19 titik lokasi yang akan dijadikan penilaian dalam lomba tingkat nasional itu. Di antaranya adalah Kampung Topeng Desaku Menanti, Kecamatan Sukun, Kelurahan Karangbesuki, RW 5 dan RW 8 Bandungrejosari, saniter Karangbesuki, Posyandu Pringkuning, Taman Posyandu Baran Agro RW 5, hingga Bale Arjosari, dan Pasar Ikan Sarangan.

Baca Juga :  Bioskop Kembali Dibuka Serentak 29 Juli, Bagaimana di Kota Malang?

Wasto menjelaskan, 19 titik yang jadi penilaian itu merupakan perwakilan dari seluruh kawasan Kota Malang. Setiap titik pun menjadi perwakilan kondisi perkampungan yang ada di Kota Pendidikan ini. Sebab, selama ini, Pemerintah Kota Malang memiliki konsentrasi tinggi untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat dan bersih.

“Capaian kami ke depan bukan predikat tertinggi sebagai kota sehat. Tapi lebih pada budaya menjaga hidup sehat bagi seluruh warga Kota Malang. Beberapa anggaran yang ditetapkan selama ini juga mengacu pada kesehatan. Selain itu, saat ini Kota Malang  sudah bebas dari kebiasaan masyarakat yany buang air besar sembarangan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Forum Malang Kota Sehat Harinoto menambahkan, selama beberapa tahun terakhir Kota Malang telah berhasil menyabet predikat tertinggi kota sehat, yaitu Swasti Saba Wistara. Predikat itu diperolwh berturut-turut sejak 2013, 2015, dan 2017. “Dan ini tahun keempat Kota Malang. Kami optimistis tetap bertahan,” ujarnya.

Sementara pada 2005 dan 2006, menurut Harinoto, Kota Malang berhasil meraih predikat Swasti Saba Padapa. Kemudian pada 2009 dan 2011 berhasil meraih predikat Swasti Saba Wiwerda.

Baca Juga :  Bioskop Kembali Dibuka Serentak 29 Juli, Bagaimana di Kota Malang?

Harinoto menjelaskan, ada banyak komponen yang membuat sebuah kota meraih predikat sebagai kota sehat. Selain peran serta pemerintah, inovasi dan langkah yang dibuat oleh masyarakat sehari-hari menjadi penilaian yang sangat penting. Sementara di Kota Malang sendiri, sejauh ini inovasi yang dilakukan sangat luar biasa dan berasal dari masyarakat sendiri, dan didukung pemerintah.

“Yang ditonjolkan dari kota sehat adalah peran masyarakat yang jadi perhatian di samping support pemerintah. Media massa menpromosikan. Kemudian perguruan tinggi juga memberikan fasilitas untuk mengedukasi masyarakat. Kemudian pengusaha dengan dana CSR melalui taman juga sangat luar biasa,” jelasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Forum Malang Kota Sehat Samsul Hadi menambahkan, tim verifikasi program kota sehat tingkat nasional akan melakukan penilaian pada 9 dan 10 September mendatang. “Penilaian akan dilaksanakan September mendatang dan kami optimistis Kota Malang akan raih predikat tertinggi,” pungkas nya.

Kanal Terkait