Jelang Muktamar, Tokoh Agama di Jombang Sebut NU Selalu Hadapi Tantangan Zaman - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Jelang Muktamar, Tokoh Agama di Jombang Sebut NU Selalu Hadapi Tantangan Zaman
Pintu gerbang depan yayasan pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang (Foto: Anggit Puji/ Satukanal.com)
BERITA Kanal Straight

Jelang Muktamar, Tokoh Agama di Jombang Sebut NU Selalu Hadapi Tantangan Zaman

Satukanal.com, Jombang – Jelang Muktamar Nahdlatul ulama (NU) ke-34, perbincangan perihal siapa calon kuat pemegang tonggak kepemimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia ini masih hangat untuk diperbincangkan.

Beberapa kandidat calon mulai bermunculan, salah satunya KH Aqil Siradj yang juga saat ini masih menjabat sebagai ketua umum PBNU. Menanggapi hal tersebut, para tokoh agama di Jombang pun turut andil untuk berkomentar, salah satunya Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, KH Wafiyul Ahdi.

Baginya, Muktamar NU ke-34 yang akan diselenggarakan di Lampung pada 23-25 Desember mendatang memang sangat urgent, karena akan menentukan masa depan. Tidak hanya NU tapi juga Islam di Indonesia.

“Jadi saya harap muktamar besok bisa berjalan lancar untuk umat Islam Indonesia,” ucapnya saat dikonfirmasi pada Kamis (14/10/2021).

Lebih lanjut, ia mengatakan, pelaksanaan muktamar yang sudah tertunda satu tahun ini harus segera dilaksanakan. Karena yang ia takutkan, jika tidak diselenggarakan maka pengurus di tingkat wilayah akan habis masa berlaku Surat Keputusannya.

Ditanya mengenai apakah tantangan yang akan dihadapi NU dalam beberapa tahun ke depan, ia menyebut, NU selalu menghadapi tantangan setiap zaman.

“NU itu akan selalu menghadapai tantngan setiap zaman. Sekarang tantangan NU semakin berat, kalau dulu dengan Islam radikal, sekarang tantangan itu masih ada. Menghadapi orang orang yang radikal atau transnasional,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jejak Perjuangan Gus Dur Patut Dijadikan Contoh Generasi Muda

Menurutnya, tantangan terberat hari ini masih membumikan Islam yang moderat. Kemudian, di perkembangan teknologi dakwah Islam moderat NU masih belum masif dan bagaimana pemahaman Islam Aswaja ini bisa tersampaikan dengan baik ke generasi muda. Karena generasi muda ini menjadi pasar pemikiran Islam yang berkembang di Indonesia.

Jadi, bagaimana NU membumikan kembali ajaran Islam moderat di Indonesia, karena mereka inilah yang baru tumbuh dan punya corak pemikiran Islam moderat Aswaja.

Oleh karena itu, dengan muktamar dan munculnya tokoh-tokoh yang masuk bursa sebagai calon ketua umum, merupakan orang pilihan dan pasti akan membawa NU lebih baik ke depannya.

“Saya kira orang-orang yang dicalonkan itu orang pilihan. Dan saya rasa setiap pemimpin pasti punya zamannya masing-masing. Saya tidak membicarakan figur, siapapun yang dicalonkan pasti orang pilihan. Karena NU itu bukan one man one show, karena struktur organisasnya jelas dari pusat hingga wilayah,” tandasnya.

Banyak tokoh yang layak di dalam NU. Jika sekarang Kyai Aqil Siradj membawa NU di eranya. Nantinya, terserah forum muktamar apakah diizinkan tiga periode atau tidak. Kemudian, ada nama Kyai Kholil Staquf juga. Semuanya, katanya, kembali ke peserta muktamar saja. Dua duanya tentu punya tipikal masing-masing.

Baca Juga :  Kitab KH Hasyim Asy'ari Berusia Satu Abad Lebih Masih Terjaga Baik

“Selama kepemimpinan Kyai Said, beliau punya cara yang tegas, apalagi dengan menghadapi orang-orang dengan pemikiran non moderat, beliau punya cara untuk meng-conter, beliau selalu hadir di saat yang tepat, ketika pemikiran Islam non moderat itu berkembang,” tukasnya.

Dalam kesempatan yang lain, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Sohib berharap sosok pemimpin PBNU nanti bisa menjawab tantangan NU di era 5.0 atau bisa mengikuti perkembangan zaman.

“Muktamar ini acaranya PBNU. Namun tujuan dan harapan kami NU secara organisasi, secara kinerja lebih produktif, lebih cepat, dan akselerasi nya juga lebih cepat untuk mengimbangi perkembangan zaman,” ujar pria yang juga Wakil Ketua PWNU Jatim ini.

Gus Salam menjelaskan, mengenai mekanismenya. Saat ini para Masyarikh maupun Syuriah masih melakukan konsolidasi. Namun, pihaknya memastikan jika Jatim akan berangkat satu barisan.

“Kami tunggu Masyarikh dan Syuriah di PWNU dulu, nanti akan kami terjemahkan, kami akan berangkat ke Muktamar satu kalimat satu barisan satu tujuan, kita konsolidasikan dengan Pengurus Cabang siapa yang akan kita perjuangkan,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Anggit Puji
Editor : Adinda

    Kanal Terkait