Jelang Lebaran, Permintaan Kerajinan Kayu Masih Minim - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Jelang Lebaran, Permintaan Kerajinan Kayu Masih Minim
BERITA Kanal Highlight

Jelang Lebaran, Permintaan Kerajinan Kayu Masih Minim

Satukanal.com, Malang– Upaya bertahan ditengah dampak pandemi yang ada masih berusaha dilakukan oleh para pengrajin kayu jelang Lebaran. Adanya larangan mudik menambah kesulitan selain pandemi. Mereka mengaku permintaan alat rumah tangga dari kayu hasil kerajinan menurun drastis.

“Sudah beberapa bulan tidak melakukan pengiriman luar daerah. Karena permintaannya memang tidak ada,” terang salah satu pengrajin perabotan rumah tangga dari kayu, Muhammad Syaifulloh kemarin (6/5) saat ditemui di rumahnya yang juga merupakan pabrik pembuatan kerajinan kayu di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau.

Ia mengaku sekarang hanya memproduksi seribu alat rumah tangga dari kayu per-harinya. Terdiri dari entong, cobek dan telenan. Jauh dibandingkan kondisi normal dulu yang bisa memproduksi hingga kurang lebih dua ribu kerajinan setiap hari.

Baca Juga :  Pemakaman Jenazah Covid-19 Secara Mandiri Diberi Lampu Hijau!

Syaiful sapaan karibnya mengaku tidak mau memproduksi barang dengan jumlah besar karna permintaan yang memang minim. “Roda ekonomi sekarang menurut saya belum kembali pulih. Orang-orang juga malas keluar rumah jika tidak memiliki keperluan mendesak,” ucapnya.

Kini ia mencoba peruntungan dengan menjual kerajinan tangannya di situs jual beli online. Meskipun permintaan tak sebanyak ketika berjualan secara langsung, ia tetap beryukur akan hal itu. “Memang kelemahan kalau jual online itu, permintaannya cuma dikit – dikit saja. Tapi untuk sementara waktu ini yang bisa dilakukan, ya maksimal saja,” ujarnya sambil tertawa.

Baca Juga :  Banyuwangi Mencekam, Lima Pocong Keliling Kota yang Gelap Gulita

Harga yang dipatok untuk perabotan unik ini cukup bervariasi mulai Rp 7 hingga 20 ribu, tergantung jenis dan ukurannya. Penjualan terbesarnya meliputi Jakarta dan Surabaya. Kayu yang digunakan juga beragam, dari kayu mahoni, pinus dan jati. “Cuma bisa berdoa semoga pandemi cepat dicabut. Kasian karyawan yang gajinya pas-pasan jika terus seperti ini,” tutupnya.

 

 

 

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy
Editor : Redaksi Satukanal

Kanal Terkait