Jalur Payung Batu Retak Dan Ambles, Tiga Warung Alami Kerusakan - SATUKANAL.COM
SATUKANAL.COM
Jalur Payung Batu Retak Dan Ambles, Tiga Warung Alami Kerusakan
BERITA HIGHLIGHT STRAIGHT NEWS

Jalur Payung Batu Retak Dan Ambles, Tiga Warung Alami Kerusakan

SATUKANAL.com, BATU Jalur Payung yang menghubungkan Kota Batu dan Kabupaten Malang dilaporkan retak dan ambles. Retakan tampak di sepanjang ajalan area warung paung, Songgoriti dan membuat kendaraan yang melintas harus berhati-hati.

Retakan tanah yang terlihat termasuk tanah ambles memiliki dimensi yang bervariasi pada kawasan Payung tersebut. Panjang retakan hingga mencapai 46 meter dan lebar mulai 3 hingga 15 sentimeter. Retakan ini juga mengakibatkan struktur bangunan warung mengalami keretakan.

Achmad Choirur Rochim selaku Kasi Kadaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengatakan bahwa dari informasi warga, retakan tanah sudah terjadi kurang lebih dua minggu. Beberapa sudah melintang di jalan raya,” kata Rochim dikutip dari Antara.

Rochim menyebut, ada tiga warung yang dilaporkan terdampak retakan tersebut yakni berupa bangunan kamar mandi yang retak. “Tiga warung yang bagian kamar mandinya mengalami retakan bangunan yang parah. Lalu, jalanjuga mengalami retakan sepanjang 15 meter,” tambahnya.

Baca Juga :  Mengenal Bantengan, Kesenian Tradisional Asal Kota Batu Yang Kental Akan Unsur Mistisnya

Lebih lanjut, Rochim mengatakan jika perlu diadakannya pengecekan dengan instansi terkait guna mengetahui penyebab retakan tersebut.  Kemudian, perlu adanya untuk dilakukan pemantauan secara berkala, terutama setelah hujan yang mengguyur kawasan tersebut.

Untuk saat ini, BPBD Kota Batu merekomendasikan agar adanya pemasangan rambu-rambu peringatan rawan longsor di sepanjang Jalur Payung. “Penting juga dengan adanya pembatasan tonase kendaraan yang melintas di Jalur Payung Kota Batu,” ungkapnya.

“Kami mengimbau kepada pedagang untuk waspada dan berkoordinasi jika terjadi retakan lebih lebar lagi. Untuk saat ini, kami sedang merekomedasikan kepada pihak terkait untuk pembatasan tonase kendaraan yang melintas di area Payung,” terangnya.

Baca Juga :  Eco Green Park Batu, Sulap Sampah Jadi Karya Yang Menawan

Sementara itu, Kabid pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto menyampaikan bahwa rekomendasi tersebut guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat, saat ini musim hujan dan bagian rekahan tanah rawan tergerus air. Sehingga dapat menyebabkan tanah bergerak bahkan bisa terjadi longsor.

Gatot juga menyampaikan, pihaknya akan meminta PUPR Provinsi Jatim untuk mnyediakan anggaran perbaikan atau pembangunan jalan tersebut sekaligus memberikan support terkait sarana dan prasarana pengalihan arus lalu lintas, dilansir dari radarmalang.

Di akhir pernyataannya, ia tak lupa untuk meminta kepada pihak terkait agar senantias melakukan perawatan terhadap jalan tersebut. Celah-celah pada retakan tanah bisa ditutup. Sehingga ketika hujan tiba, potensi air yang masuk ke dalam tanah melalui retakan dapat diminimalisir.

 

 

 

Pewarta: Adinda
Editor: Redaksi Satukanal

Kanal Terkait