SATUKANAL.COM
BERITA

Jalur Pakis Diperlebar, Wujudkan Jaringan Jalan Wisata Bromo Tengger Semeru

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga terus berpacu dengan waktu. Khususnya dalam proses penyelesaian pembangunan jalan pendukung wisata menuju Bromo Tengger Semeru (BTS).

Beberapa wilayah dan jaringan jalan menuju destinasi wisata nasional BTS di tahun ini secara bersamaan dilakukan pembangunan. Baik di wilayah Ngadas, Poncokosumo, sampai di wilayah strategis Pakis yang bisa dikatakan sebagai pintu masuk menuju BTS.

Berbagai jaringan jalan itu pun ditarget selesai tahun 2019 ini. Sehingga akses menuju BTS melalui Kabupaten Malang pun akan semakin nyaman dan aman untuk dilalui masyarakat.

Di wilayah Pakis, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang bergerak sejak pertengahan Agustus lalu. PU BinA Marga melakukan pelebaran kiri kanan jalan raya Ampeldento di ruas Sekarpuro hingga Bunut Wetan dengan luas total 2 meter sepanjang 1 kilometer.

Hal ini disampaikan oleh Romdhoni, kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, melalui Kepala Bidang Pemeliharaan Suwignyo kepada kami. “Benar di ruas jalan itu kami lebarkan sisi kiri dan kanannya. Sehingga ke depan, jalur Pakis sebagai penghubung jaringan jalan menuju BTS sudah bisa dilalui dengan nyaman dan tentunya aman,” ucap Suwignyo, Kamis (26/09/2019).

Target penyelesaian jalur jalan yang juga difungsikan sebagai penghubung antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang ini pun telah dikantonginya. Yaitu bisa terselesaikan di akhir September 2019 ini.

“Targetnya memang akhir September selesai. Sehingga saat seluruh rencana pembangunan skala nasional selesai, jalur itu juga telah siap. Jadinya tidak akan terjadi nantinya penumpukan kendaraan karena jalur jalan sempit,” ujar Suwignyo.

Suwignyo Kabid Pemeliharaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang saat terjun langsung di lokasi pembangunan jalan (Ist)
Seperti diketahui, Pakis sejak tahun lalu memang dirancang dan dikembangkan menjadi kota mandiri. Dengan potensi besarnya sebagai gerbang antara Malang Raya-lrovinsi-nasional, Pakis akan semakin melesat pembangunannya. Eksesnya, pertumbuhan ekonomi pun, terutama saat Bandara Abd. Saleh menjadi bandara internasional, akan juga berubah secara pesat dan membutuhkan pelayanan transportasi memadai.

Ditunjang dengan adanya jalan tol Malang-Pandaan serta rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, maka jalan wilayah Pakis menuju BTS pun tidak bisa hanya sekadar jalan biasa.
“Sisi teknis jalan memang perlu diperlebar. Karena itu, kami perlebar kiri kanan jalan seluas dua meter. Sehingga akses jalan akan memadai dengan adanya jalan tol Mapan maupun nantinya bandara berstatus internasional,” ujar Suwignyo.

Tujuan akhir adanya pelebaran jalan Pakis tersebut tentunya dalam upaya memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pengendara. Khususnya juga untuk semakin mempermudah akses transportasi wisatawan yang akan menuju BTS.

Suwignyo juga menegaskan, selain fungsi tersebut, infrastruktur yang layak secara teknis dan peruntukan akan juga membuat warga di sekitar jalan juga akan mendapatkan keuntungan secara ekonomis. Khususnya bagi jalur-jalur pariwisata seperti di Pakis.

“Warga bisa berkarya tentunya untuk menarik para wisatawan untuk singgah dulu sebelum ke tujuan. Ini kan secara langsung akan memberikan dampak ekonomi kepada warga,” ucapnya.

Suwignyo pun menjelaskan bahwa pihaknya memang fokus sesuai arahan pimpinan untuk menyukseskan pembangunan infrastruktur jalan pendukung wisata. Selain di Pakis, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang juga membangun dan memperbaiki jalur Ngadas dan Poncokusumo.

“Jadi, tidak hanya jalur arteri yang kami lebarkan. Tapi juga beberapa jalan lain. Saat ini kami sedang mengerjalan di Jalan Poncokumo dan Jalan Raya Ngadas,” tambahnya.

Pernyataan Suwignyo terkait pembangunan jalan pariwisata khususnya dalam mendukung destinasi wisata BTS diakui juga oleh Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono. Didik Budi memberikan apresiasi atas sepak terjang dinas yang dikomandani oleh Romdhoni itu.

“Kami apresiasi tentunya dengan kesungguhan dan komitmen Bina Marga untuk mewujudkan sektor pariwisata yang semakin maju melalui tupoksinya,” ujar dia.

Didik Budi juga terus mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya untuk terus meningkatkan pelayanan prima dalam melaksanakan tupoksi masing-masing. Tujuannya satu arah yang telah ditetapkan oleh Pemkab Malang, yaitu mampu mengentaskan kemiskinan, mengoptimalkan pariwisata dan lingkungan hidup. “Kabupaten Malang harus didorong bersama karena memiliki begitu banyak potensi luar biasa yang bisa menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.

Kanal Terkait